Breaking News:

Berita Surabaya

Wali Kota Surabaya Sambut Tawaran Pembangunan LRT, Juga Terkoneksi ke Sidoarjo dan Gresik

Integrasi infrastruktur untuk transportasi menjadi salah satu contoh kolaborasi yang akan dilakukan dengan luar daerah.

surya/bobby koloway
Light rail transit (LRT) produksi PT INKA saat berada di atas lintasan Stasiun LRT Harjamukti, Depok, Minggu (13/10/2019). 

SURYA. CO.ID, SURABAYA - Wacana pembangunan Light Rail Train (LRT) di Surabaya kembali mengemuka. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut bahwa LRT bukan hanya menjadi penghubung antar wilayah di Surabaya, namun juga dengan Gresik dan Sidoarjo.

Cak Eri mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan LRT disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Cak Eri menyebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menawarkan konsep LRT yang akan menghubungkan tiga daerah penyangga ekonomi terbesar di Jawa Timur tersebut.

"Bu Gubernur pernah menjelaskan, 'Mas, ini ada LRT yang menghubungkan Surabaya-Gresik Sidoarjo,' langsung saya iyakan. Saya langsung sepakat, nggak pakai lama," ungkap Cak Eri dalam diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Rabu (31/3/2021).

Cak Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa Surabaya tidak bisa bergerak sendiri dalam mengembangkan wilayah. Pihaknya juga harus mempertimbangkan kondisi daerah satelit Surabaya, yakni Sidoarjo dan Gresik.

"Kalau saya ngegas terus di Surabaya, daerah lainnya sulit mengejar," kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Ia mencotohkan sejumlah proyek yang seharusnya terintegrasi. Yaitu pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang seharusnya terhubung dengan Gresik dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) dengan Sidoarjo. "Tetapi saat ini Gresik dan Sidoarjo belum bisa nyambung," kata Cak Eri.

Integrasi infrastruktur untuk transportasi menjadi salah satu contoh kolaborasi yang akan dilakukan dengan luar daerah. Ke depan, ada berbagai bidang lain yang juga mengedepankan kerjasama ketiga daerah.

"Surabaya harus bisa mengimbangi kanan dan kiri. Surabaya harus bisa membantu daerah lainnya. Sinergi ke depan membangun bersama sehingga bisa tumbuh bersama," jelasnya.

Selain program pemrov, Cak Eri juga pernah menyebut rencana membangun LRT di masa kampanye dulu. Cak Eri menyebut Surabaya juga akan memiliki LRT dan MRT di jalan protokol Surabaya. "Kami buat koridor yang menyusuri park and ride. Masyarakat bisa menggunakan motor atau mobil yang menjangkau bus, dan bisa memarkir kendaraan pribadi mereka di park and ride yang disediakan," katanya.

"Nanti juga akan kita gunakan bagaimana MRT atau LRT di jalan utama, kita akan buat koridor, inilah yang nanti ada park and ride dari rumah ke jalan utama," ucapnya.

Wacana pembangunan LRT di Surabaya pernah muncul sejak Wali Kota Tri Rismaharini. Pada 2019, Cak Eri yang masih menjadi Kepala Bappeko Surabaya menyebut pembangunan MRT atau LRT bukanlah proyek yang bisa dikebut dalam waktu singkat.

Sehingga tidak bisa dimulai di masa jabatan Wali Kota Risma. Sebab jabatan Risma sebagai Wali Kota Surabaya akan segera berakhir. Namun Eri mengungkapkan, Risma tetap memerintahkan agar terus melakukan kajian untuk memastikan kebutuhan akan transportasi publik memang sangat mendesak. ****

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved