Breaking News:

Berita Jember

Ikuti Aturan Pemerintah Pusat, Para ASN di Jember Dilarang Mudik Saat Perayaan Lebaran 2021

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember dilarang mudik pada Lebaran 2021.

SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Wabup Jember MB Firjaun Barlaman, Bupati Jember Hendy Siswanto, dan Sekda Kabupaten Jember Mirfano. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember dilarang mudik pada Lebaran 2021. Bupati Jember, Hendy Siswanto mengatakan, pihaknya mengikuti aturan dari pemerintah terkait kebijakan larangan mudik tersebut.

"Kami mengikuti apa aturan pemerintah pusat, karena kami tidak boleh buat aturan sendiri. Karena mudik tahun ini dilarang, tentunya kami akan menerapkan kebijakan tersebut," Hendy, Rabu (31/3/2021).

Selain untuk kepada para ASN, Bupati Hendy juga mengimbau warga Jember untuk tidak mudik atau pulang ke kampung halaman saat Lebaran nanti.

"Tidak usah mudik, uangnya dibelanjakan saja di Jember. Atau yang jauh datang ke Jember juga untuk membelanjakan uangnya di Jember. Daerah kita beberapa sudah hijau dan bagus, namun ini harus tetap dijaga bersama, tetap harus hati-hati dan waspada," ujar Hendy.

Hendy kemudian meneruskan pesan Presiden RI Joko Widodo dalam pertemuan APKASI di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Presiden berpesan, penyakit Covid-19 ini tidak nampak, karenanya kita semua harus tetap waspada dan hati-hati. Tidak usah mudik," ujarnya.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember masih berada di Zona Oranye (resiko sedang), meski sebelumnya sempat masuk ke Zona Kuning (resiko rendah).

Hingga 30 Maret 2021, tercatat masih ada 35 kasus aktif Covid-19 di Jember. Kasus aktif merupakan orang dengan Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit (14 orang) dan isolasi mandiri (21 orang). Sementara mereka yang sembuh mencapai 6.282 orang dan 444 orang meninggal dunia.

Dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, terbagi dalam tiga zona yakni tiga kecamatan Zona Hijau (tidak ada kasus), 13 di Zona Kuning (resiko rendah) dan 15 kecamatan di Zona Oranye (resiko sedang).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved