Berita Tulungagung
Fakta Dibalik Penangkapan Terduga Teroris di Tulungagung, Begini Pengakuan Kapolres
Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengakui ada penangkapan terduga terioris oleh Densus 88 di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan
Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengakui ada penangkapan terduga teroris, (44) oleh Densus 88 di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Selasa (30/3/2021) kemarin.
Handono yang ikut dalam proses penggeledahan tempat tingal N, melihat dua pistol yang disita.
Dua senjata api itu lebih mirip pistol rakitan, bukan pistol pabrikan.
“Selain itu ada juga sejumlah selongsong peluru. Itu yang kasat mata,” ungkap Handono, Rabu (31/3/2021).
Kapolres juga mengakui, R, istri N diperiksa di Mapolres Tulungagung.
Namun Handono belum memastikan, apakah R sudah selesai diperiksa.
Jika dianggap selesai, R akan dipulangkan kembali.
“Nanti akan kami cek, apa masih di sini apa sudah dipulangkan,”sambungnya.
Lebih jauh Handono menegaskan, pihaknya hanya membantu proses pengamanan.
Sedangkan proses pemeriksaan pada terduga dilakukan langsung oleh Densus 88.
Pihaknya juga akan memantau perkembangan, untuk memastikan daerah mana yang harus diawasi.
“Perkembangan seperti apa, tidak mungkian kami sampaikan,” tandasnya.
Sementara seorang perangkat Desa Tenggur, PW mengaku sudah lama dihubungi pihak Densus 88.
Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, seseorang yang mengaku dari Densus 88 menemuinya.
Orang itu kemudian menanyakan aktivitas keseharian N.
“Ya saya jelaskan saja ada adanya, bahwa dia tertutup dan lebih banyak beraktivitas di luar desa,” ucap PW.
Densus 88 menangkap N dan istrinya saat beraktivitas di luar rumah.
Densus 88 kemudian menggeledah rumah mertua N, tempat tinggalnya selama ini.
Saksi penggeledahan menyebut, ada dua pistol, delapan peluru aktif, satu peluru kosong dan sebilah senjata tajam disita Densus 88.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/akbp-handono-subiakto-3132021.jpg)