Teroris Serang Mabes Polri
Biodata ZA, Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri, Disebut Tak Datang Sendirian
Berikut Biodata ZA, wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri sore ini, disebut tak datang sendirian.
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Surya.co.id, - Berikut Biodata ZA, wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri sore ini, disebut tak datang sendirian.
Terjadi penyerangan Mabes Polri oleh terduga teroris pada Rabu (31/3/2021) sore.
Penyerangan tersebut diketahui lewat tangkapan layar kamera CCTV Mabes Polri yang merekam detik-detik dilumpuhkannya terduga teroris.
Diketahui, terduga teroris penyerangan Mabes Polri tersebut adalah seorang wanita berinisial ZA.
Dari keterangan seorang saksi, ZA diduga tidak sendirian.

Ia diantar oleh seseorang menggunakan sebuah mobil hingga turun di daerah sekitar Mabes Polri.
Hal ini seperti yang dikatakan oleh saksi mata bernama Ari (27)
"Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu," kata Ari di lokasi seperti dilansir dari Tribun Jakarta berjudul "Saksi Sebut Ada Dua Terduga Teroris Saat Penyerangan di Mabes Polri"
Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan.
"Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa," ujar dia.
Berikut Surya.co.id merangkum biodata ZA, wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri sore ini.
Biodata ZA Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri
ZA merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 14 September 1995.
Dari biodata Kartu Keluarga (KK) yang beredar di kalangan wartawan, ZA tinggal di kawasan Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Pekerjaannya tertulis sebagai pelajar/mahasiswa.
Saat menyerang Mabes Polri, ZA Terekam menggunakan kerudung berwarna biru dan baju berwarna hitam.
Ia juga tampak membawa sebuah buku berwarna kuning dan sebuah tas.
Berdasarkan tayangan video yang diterima oleh SURYA.co.id, ZA terlihat mengacungkan sesuatu ke arah pos yang dijaga oleh polisi.
Adapun terduga teroris diduga masuk melalui pintu khusus pejalan kaki.
Sebelum ditembak mati oleh petugas kepolisian, menurut pantauan Kompas TV, terduga teroris sempat mendekat ke kantor Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Saksi Mata Sebut ZA Tak Datang Sendirian
Seorang saksi mata bernama Ari (27) menyebut bahwa ia melihat dua terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurut dia, kedua teroris tersebut merupakan laki-laki dan perempuan.
"Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu," kata Ari di lokasi seperti dilansir dari Tribun Jakarta berjudul "Saksi Sebut Ada Dua Terduga Teroris Saat Penyerangan di Mabes Polri"
Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan.

"Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa," ujar dia.
Sementara itu, Ari menyebut terduga teroris laki-laki tidak turun dari mobil.
"Sampai sekarang masih dicari kayaknya," ucap Ari.
Ia menjelaskan, peristiwa penyerangan oleh orang tak dikenal yang diduga teroris itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Ketika itu, Ari yang berpofesi sebagai tukang parkir sedang memindahkan mobil milik anggota Polri.
Mobil tersebut terparkir tepat di depan Mabes Polri.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara tembakan dari area parkir Mabes Polri.
"Setelah tembakan pertama, saya keluar dari mobil. Itu saya lihat langsung terorisnya," ujar Ari saat ditemui di lokasi.
Menurut Ari, terduga teroris itu merupakan seorang perempuan. Ia juga membawa senjata api.
"Dia sempat nembak dua sampai tiga kali di parkiran," ujar dia.
Setelah itu, sambungnya, terduga teroris tersebut lari ke arah lobi utama Mabes Polri.
"Kejar-kejaran tuh dari parkiran sampai lobi. Nah kenanya di dekat lobi si terorisnya," ucap Ari.
Terduga teroris itu pun ambruk terkena timah panas yang ditembakkan polisi.
Hingga saat ini, area Mabes Polri masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.
Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Sebelumnya, kejadian terorisme juga terjadi di Makassar pada Minggu (28/3/2021) lalu.
Terduga teroris tersebut adalah YSF dan L yang merupakan sepasang suami istri.
Keduanya tinggal di Jl Tinumbu 1 lrg 132, Makassar.
YSF adalah pekerja swasta.
Selain itu, pihak keluarga juga membeberkan sosok YSF sehari-hari.
Berubah Setelah Menikah
Orangtua YSF menjelaskan bahwa anaknya mulai berubah setelah menikah dengan Lukman, terdurga bom bunuh diri lainnya
YSF mulai jarang berkomunikasi dengan keluarga.
Soal pernikahan keduanya yang baru seumur jagung pun diketahui oleh orangtua.
Elis Mariani mengetahui anaknya baru menikah dengan Lukman sekitar tujuh bulan lalu.
Sehari-hari Jualan Makanan Online
Selain itu, Elis juga mengetahui bahwa anaknya memiliki usaha yakni berjualan makanan secara online semenjak menikah dengan Lukman.
Apabila ada yang memesan makanan, maka suaminya yang seringkali mengantarkan pesanan pembeli.
Orangtuanya tersebut juga mengakui sang anak sudah jarang berkomunikasi semenjak dinikahi Lukman.
"Jarang ketemu sejak menikah. Dia menikah sekitar 7 atau 8 bulan lalu," ujar Elis saat tes DNA dilakukan di Biddokes Polda Sulsel, Jl Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar Senin (29/3/2021).
Elis mengetahui anaknya tewas di malam setelah kejadian, di mana aksi bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.
"Baru tau tadi malam. Yang perempuan itu anak saya," ujarnya.
Ikuti berita terkait Terorisme lainnya