Breaking News:

Biodata Listyo Sigit Prabowo, Ini Sikap Tegas dan Prestasinya Selama Dua Bulan Menjabat Kapolri

Berikut Biodata Listyo Sigit Prabowo, ini prestasi dan sikap tegas yang ia tunjukkan setelah dilantik sebagai Kapolri.

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id, - Berikut Biodata Listyo Sigit Prabowo, ini prestasi dan sikap tegas yang ia tunjukkan setelah dilantik sebagai Kapolri.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan orang nomor satu di kepolisian Republika Indonesia saat ini.

Pria kelahiran Ambon 5 Mei 1969 tersebut dilantik sebagai Kapolri pada Rabu (27/1/2021) lalu. '

Video Serangan Terduga Teroris di Mabes Polri Dekat Ruang Kapolri, Ada Benda Aneh di Tubuh Pelaku

Istri Terduga Teroris di Tulungagung Belum Dipulangkan, Diduga Ikut Pemeriksaan di Blitar

Genap dua bulan menjabat sebagai Kapolri, berbagai gebrakan dan sikap tegas telah terlihat dari sosok Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Gebrakan Kapolri Baru Jenderal Listyo Sigit Purnomo
Gebrakan Kapolri Baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo (TRIBUNNEWS)

Hal ini bisa dilihat dalam sikap tegasnya pada saat menghadapi beberapa oknum polisi yang terjerat kasus kriminal, hingga mengatasi terorisme yang terjadi baru-baru ini.

Berikut SURYA.co.id merangkum profil dan Biodata Listyo Sigit Prabowo, gebrakan dan prestasi dalam dua bulan menjabat sebagai Kapolri.

Biodata Listyo Sigit Prabowo

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969.

Di umur 51 tahun Listyo Sigit menjadi Kapolri termuda di Indonesia, bahkan lebih muda dari Jenderal Tito Karnavian.

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak tanggal 6 Desember 2019.

Listyo adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Ia lulusan S-2 di Universitas Indonesia. Listyo membuat tesis tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo.

Listyo pernah beberapa kali menduduki jabatan di daerah Jawa Tengah.

Tercatat, Listyo pernah menjadi Kapolres Pati. Setelah itu, dia menduduki posisi Wakapoltabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolres Solo.

Pada tahun 2012, Listyo dipindahtugaskan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri.

Sejak bulan Mei 2013, dirinya bertugas di Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting.

Dia adalah Ajudan Presiden RI Joko Widodo.

Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik In donesia dan terakhir sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Turun Tangan Hadapi Oknum Polisi

Dalam masa dua bulan memimpin kepolisian, Kapolri Listyo Sigit memberikan sikap tegas bagi oknum-oknum yang berada di tubuh kepolisian.

Beberapa oknum polisi yang sempat menggerkan publik adalah peristiwa Kompol Yuni Purwanti (terjerat narkoba), Bripka CS (Aksi Koboi di Kafe), hingga oknum polisi yang menjual senjata ke KKB Papua.

Berikut sikap tegas Kapolri Listyo Sigit Purnomo selama menjabat dalam kurun waktu dua bulan.

1. Kompol Yuni Purwanti (Terjerat Narkoba)

Telegram tertanggal 19 Februari 2021 itu ditandatangani Kepala Divisi Propam Polri Irjen (Pol) Ferdy Sambo atas nama Kapolri.

"Tidak memberikan toleransi kepada personel yang menyalahgunakan narkoba atau terlibat langsung dalam peredaran narkoba dengan cara diberikan tindakan tegas berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Ferdy dalam telegram.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Foto kanan : Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Foto kanan : Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Kolase Kompas.com)

Di smaping itu, masih dalam telegram tersebut, Kapolri menginstruksikan para kapolda melaksanakan tes urine kepada seluruh anggota Polri di tiap satker/satwil untuk mencegah dan mengetahui terjadinya penyalahgunaan narkoba.

Kemudian, menginstruksikan deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolri meminta agar aspek pengawasan internal diperkuat.

"Memperkuat aspek pengawasan internal dan pembinaan yang dilakukan oleh atas langsung maupun rekan kerja dalam upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba berupa kepedulian terhadap anggota yang mulai beperilaku negatif," ujar Ferdy.

2. Aksi Koboi Bripka CS Tembak Prajurit TNI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo sudah mengeluarkan lima perintah tegas agar terkait insiden penembakan yang dilakukan oleh Bripka CS.

Insiden penembakan tersebut diketahui menewaskan 1 prajurit TNI dan 3 orang di sebuah Kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo menerbitkan surat telegram yang berisi instruksi pencegahan penyalahgunaan senjata api oleh anggota polisi.

Lewat surat telegram ini, Kapolri meminta peristiwa itu tidak terulang lagi.

Surat telegram nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 itu ditandatangani Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri, tertanggal 25 Februari 2021.

Surat ditujukan kepada seluruh Kapolda.

Berikut lima perintah Kapolri Listyo Sigit dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kapolri Berikan 5 Instruksi Terkait Penyalahgunaan Senjata Api oleh Polisi'

1. Sigit meminta Kapolda menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan sanksi pemberhentikan tidak hormat dan proses pidana.

2. Sigit meminta Kapolda memperketat proses pinjam pakai senjata api dinas yang hanya diperuntukkan bagi anggota Polri yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah.

Kapolda pun diminta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam penggunaannya.

3. Sigit meminta peningkatan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.

4. Sigit memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan Pom TNI.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan.

5. Terakhir, Sigit menginstruksikan Kapolda agar melaporkan setiap upaya penanganan, pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI.

3. Tindak Tegas 2 Oknum Polisi Jual Senjata ke KKB Papua

Karier 2 oknum polisi yang diduga menjual amunisi ke KKB Papua kini terancam.

Hal ini lantaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo menyatakan akan memberikan tindakan tegas.

Seperti diketahui, dua oknum polisi yakni Bripka ZP dan Bripka RA diduga menjual pistol revolver serta senjata rakitan laras panjang kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Mereka saat ini diperiksa penyidik Polda Maluku di Ambon. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo memerintahkan agar dua oknum polisi tersebut ditindak tegas.

"Tentunya berkaitan dengan pelanggaran anggota kan sudah jelas sikap kita tegas yang seperti itu," kata Listyo Sigit di Sungai Citarum, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, Listyo Sigit meminta dua anggota Polri itu juga diberikan sanksi secara internal.

Dia bilang personel yang terlibat dalam penjualan senpi dengan KKB Papua tersebut tidak akan dipertahankan di institusi Polri.

"Harus kita proses tegas secara internal kita proses pidana. Yang begitu-begitu kita tidak akan pertahankan," kata dia.

Hadapi Masalah Terorisme

Masalah terorisme kembali mencuat setelah terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) lalu, 

Menyikapi kejadian ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap otak dalang di balik aksi bom bunuh di depan Gereja Katedral Makassar.

Dikutip dari Tribunstyle, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sebuah bom bunuh diri di Gereja Katederal Makassar menewaskan dua orang dan melukai 19 orang. Diduga sosok Lukman dan istrinya sebagai pengantin bom bunuh diri tersebut.
Sebuah bom bunuh diri di Gereja Katederal Makassar menewaskan dua orang dan melukai 19 orang. Diduga sosok Lukman dan istrinya sebagai pengantin bom bunuh diri tersebut. (Kolase tangkapan layar)

Hal tersebut diungkapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar Minggu malam.

Menurut dia, dua pelaku bom bunuh diri tersebut berkaitan dengan 19 teroris JAD yang ditangkap di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"Pelaku ini merupakan jaringan JAD (berkaitan) dengan 19 anggota JAD yang ditangkap kemarin," kata Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Mabes Polri diserang terduga teroris

Terbaru, Mabes Polri diserang terduga teroris pada Rabu (31/3/2021) sore.

Polisi menembak seorang yang diduga melakukan aksi teror di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore. Belum diketahui bagaimana kondisi dari seorang itu.

Dalam video amatir yang SURYA terima, seorang yang diduga terorisme itu berpakaian hitam.

Belum diketahui, seorang itu laki-laki atau perempuan.

Yang pasti, seorang itu diketahui masuk ke dalam Mabes Polri lalu mendekati sebuah bangunan di Mabes Polri.

Seorang itu kemudian menodongkan sesuatu, lalu berjalan-jalan di lokasi.

Video yang SURYA.co.id terima itu berdurasi sekitar 1,5 menit.

Tidak lama seorang itu jatuh tersungkur.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui, kronologi pasti peristiwa penembakan tersebut,

Belum ada konfirmasi apapun dari polisi terkait perisitwa di Mabes Polri ini.

Ikuti Berita Terkait Listyo Sigit Prabowo lainnya

(Putra Dewangga/Abdullah Faqih/Surya.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved