Breaking News:

Berita Pamekasan

Batik Pamekasan Diusung ke Kancah Internasional, Buah Strategi Gencarkan Desa Tematik

Dikatakan Baddrut, sampai saat ini batik lokal Pamekasan menjadi primadona di Jawa Timur, bahkan di kancah Internasional.

surya/kuswanto ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kanan) menyerahkan sehelai kain batik dari Desa Toket ke Puteri Indonesia 2020, RR Ayu Maulida Putri di aula Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (31/3/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Batik khas Desa Toket yang kemudian dikenal di seluruh Nusantara dan dalam waktu dekat akan dipakai di ajang Miss Universe 2021 di Amerika Serikat (AS), merupakan buah dari inovasi yang dilakukan Pemkab Pamekasan.

Batik itu akan dipakai oleh Puteri Indonesia 2020, RR Ayu Maulida Putri di ajang pemilihan Miss Univers di akhir April 2021. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, batik menjadi salah satu potensi desa yang luar biasa Pamekasan.

Dikatakan Baddrut, sampai saat ini batik lokal Pamekasan menjadi primadona di Jawa Timur, bahkan di kancah Internasional. Menurutnya, ketertarikan pada batik Pamekasan tidak lepas karena kualitas serta motif yang tidak kalah bersaing dengan batik dari daerah lain di Indonesia.

"Di kabupaten ini ada batik tulis yang luar biasa, bukan hanya tentang kain saja. Tetapi di dalam batik banyak cerita, banyak harapan, seni dan lain-lain," kata Baddrut, Rabu (31/3/2021).

Menurut Baddrrut, batik Pamekasan menjadi salah satu batik tulis terbaik di Indonesia. Pemerintah pusat telah mengakui kualitas dan kharakter batik lokal Pamekasan.

Sehingga, kondisi tersebut harus dipertahankan agar menjadi bagian dari ciri khas budaya Nusantara. "Pasar batik kita dideklarasikan oleh pemerintah pusat sebagai yang terbesar di Indonesia. Besar harapan saya, dengan hadirnya Puteri Indonesia, batik kita semakin terkenal dan populer," ujar Baddrut.

Politikus PKB tersebut mengaku telah mendorong dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui strategi desa tematik dengan melatih ribuan orang setiap tahunnya. Melalui realisasi program desa tematik itu, akan tercipta desa kaya dan masyarakat sejahtera.

"Perlu kami laporkan juga bahwa Pemkab Pamekasan dalam mendorong ekonomi dengan strategi desa tematik. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Kalau dulu tidak ada home industry sarung atau peci, sekarang sudah ada yang bisa membuat sarung, peci dan beberapa kebutuhan masyarakat di desa itu," ungkapnya.

Lewat desa tematik, setiap desa diharapkan bisa mengoptimalkan dan mengembangkan potensi masing-masing. Sehingga setiap desa bisa menghasilkan produk khas, yang tidak sama dengan desa lain, termasuk batik di Desa Toket di atas.

Pihaknya meminta semua pihak bergandengan tangan agar batik khas Pamekasan terus mampu bersaing dengan batik tulis lain di Indonesia. Sehingga batik menjadi sumber ekonomi masyarakat yang mengakar dari tingkat bawah. ****

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved