Breaking News:

Berita Pamekasan

Perekonomian PKL Sulit Meningkat, DPRD Pamekasan Minta Rencana Relokasi Ditinjau Ulang

Ali Maskur meminta pemkab agar meninjau ulang rencana pemindahan yang meresahkan para PKL itu.

surya/muchsin
Deretan pulukan lapak PKL di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. Direncanakan lapak-lapak itu akan dipindahkan ke dalam lahan milik Yayasan Dharma Siswa. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Rencana Pemkab Pamekasan memindahkan atau merelokasi sebanyak 38 PKL (Pedagang Kaki Lima) di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, mendapat reaksi dari DPRD setempat.

Ali Maskur, anggota DPRD dari Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) meminta pemkab agar meninjau ulang rencana pemindahan yang meresahkan para PKL itu.

Pemkab memang akan memindahkan para PKL itu ke dalam lahan milik Yayasan Dharma Siswa. Tetapi Maskur menilai, Selasa (30/3/2021), keberadaan para PKL di lokasi itu sudah tertata rapi sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2008, Tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.

"Selama ini, aktifitas mereka tidak merusak keindahan kota dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Berjejernya PKL di sepanjang Jalan Dirgahayu itu juga tidak masuk wilayah kota dan bukan merupakan jalan protokol," terang Maskur kepada SURYA.

Dikatakan Maskur, walau di lokasi itu arus lalu lintas di jam kantor di siang hari cukup ramai, namun aktifitas PKL setiap harinya hanya di sore hingga malam hari.

Maskur bahkan memberi kesaksian bahwa selama ini para anggota dewan sering melintas di Jalan Dirgahayu, dan tidak nampak kemacetan lalu lintas akibat aktifitas para PKL itu.

“Bisa jadi karena lokasi itu bukan jalan protokol dan bukan di wilayah kota, maka saat sore hingga malam hari agak sepi dari arus lalu lintas kendaraan bermotor. Jadi tidak mengganggu. Begitu juga di siang hari, lokasi itu bersih dan tidak terlihat bekas sampah PKL berceceran,” papar Ali Maskur.

Maskur menilai, kalau para PKL berjualan di lokasi itu sudah merasa nyaman, kemudian dipindahkan ke dalam suatu lahan, maka tidak menutup kemungkinan pendapatan mereka menurun. Sehingga niat pemkab ingin meningkatkan perputaran ekonomi bagi PKL, sulit terealisasi.

Padahal lanjut Maskur, belakangan banyak PKL bertebaran di wilayah kota dan menempati ruas jalan yang melanggar aturan. Seperti menjamurnya PKL di Jalan Kabupaten, Jalan Diponogoro, Jalan Jokotole ke arah Timur monumen Arek Lancor. Dan Jalan Trunojoyo, ke arah Selatan Arek lancor yang kondisinya semrawut dan mengganggu arus lalu lintas.

“Seharusnya kawasan terlarang bagi PKL yang segera ditangani. Apalagi nanti saat puasa, kondisinya semakin semrawut. Dan tolong, lokasi PKL yang sudah tertata rapi jangan lagi diutak-atik hanya demi keindahan dan kebersihan kota,” tegas Maskur.

Seperti diberitakan, Pemkab Pamekasan akan menertibkan keberadaan PKL di Pamekasan. Salah satu yang akan direlolasi dan ditarik kedalam, yakni PKL di Jalan Dirgahayu. Namun sebagian besar PKL keberatan dan menolak dipindah. ****

Penulis: Muchsin
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved