Breaking News:

Berita Blitar

Nilai Narkoba Sampai Rp 300 Juta Libatkan Banyak Warga Blitar, Dipasok dari Pasuruan dan Ngawi

elakunya juga kebanyakan warga Blitar sendiri, sementara barang seperti sabu dan pil koplo sepertinya berasal dari luar kota

surya/imam taufiq
Ratusan barang bukti hasil kejahatan dihitung sebelum pemusnahan di Kantor Kejari Blitar, Selasa (30/3/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Tidak hanya pil dobel L, peredaran obat-obatan terlarang terutama jenis sabu di Kabupaten Blitar cukup mengkhawatirkan. Sebab,kalau diuangkan, nilai peredarannya bisa mencapai ratusan juta setiap bulan. Itu terungkap ketika Kejaksaan Negeri (Kejari ) Blitar, melakukan pemusnahan barang-bukti berbagai jenis obat-obatan, Selasa (30/3) siang.

Di hadapan anggota Muspida di antaranya Bupati Blitar, Rini Syarifah; Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, dan Wali Kota Blitar, Santoso, kejari memusnakan berbagai barang-bukti hasil kejahatan, yang kasusnya sudah inkrah (diputus pengadilan).

Semua barang bukti itu dihitung ulang, kemudian dibagi dalam beberapa drum dan dibakar bersama. Pembakaran dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar, Bangkit Shormin, dan diikuti bupati, wali kota dan kapolres.

Beberapa jenis barang bukti itu di antaranya ganja seberat 250 gram, sabu 105,750 gram yang kalau diuangkan mencapai Rp 300 juta, pil dobel L sebanyak 77.199 butir. Selain itu, juga ada senjata tajam berbagai jenis, seperti parang, dan golok sebanyak 10 buah.

Tidak ketinggalan 10 kotak judi cap jie kie, 6.779 bungkus rokok ilegal, termasuk 1.100 botol miras yang kebanyakan berupa arak jowo (arjo). "Ini hasil kejahatan selama setahun, dan didapat dari 214 tersangka. Semua kasusnya sudah inkrah atau diputus pengadilan," kata Anwar Zakariyah, Kasi Intel Kejari Blitar.

Terkait peredaran sabu, Anwar mengaku prihatin karena dalam setahun ada banyak pelaku obat-obatan terlarang yang diamankan. Pelakunya juga kebanyakan warga Blitar sendiri, sementara barang seperti sabu dan pil koplo sepertinya berasal dari luar kota, seperti Pasuruan dan Ngawi.

"Kalau yang pelaku lokal atau orang Blitar sendiri, mulai kuli bangunan, bahkan ada sopir. Selain pemakai, mereka juga nyambi berjualan sabu," ungkapnya.

Maraknya peredaran obat-obatan terlarang itu membuat para tokoh masyarakat prihatin. Salah satunya adalah KH Ardani Ahmad, Ketua Syuriah NU Kabupaten Blitar. Pimpinan pesantren Al Falah, Desa Jeblok, Kecamatan Talun itu mengajak semua pihak, terutama orangtua, guru dan penegak hukum, agar mewaspadainya.

"Kami prihatin. Namun kami menyerukan agar orangtua tahu kegiatan anaknya di luar rumah. Terutama saat liburan sekolah seperti sekarang," papar KH Ardani. ****

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved