Jumat, 1 Mei 2026

Citizen Reporter

Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Terima Vaksin Covid-19 di Sekolah

Petugas kesehatan beserta guru dan karyawan sekolah se-Kelurahan Jagir turut berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Endah Imawati | Editor: Parmin
Foto: smp muhammadiyah 4 surabaya
Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya saat menjalani vaksinasi Covid-19 di sekolah. 

SURYA.co.id | Lapangan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya tampak ramai, Jumat (26/3/2021).

Petugas kesehatan beserta guru dan karyawan sekolah se-Kelurahan Jagir turut berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19.

Guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya pun turut bergabung dalam 175 orang daftar penerima vaksin.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 itu dengan antusias dihadiri peserta vaksinasi. Hanya guru yang hamil, menyusui, dan pensiun saja yang absen dalam kegiatan itu.

Proses vaksinasi yang diselenggarakan untuk guru dan karyawan sekolah se-Kelurahan Jagir terdiri atas tiga tahap.

Tahap pertama, peserta vaksinasi diwajibkan menyerahkan identitas diri. Identitas tersebut dicocokkan dengan data penerima vaksin yang terdata di puskesmas.

Setelah identitas dan data cocok, peserta vaksinasi diberikan formulir screening (pemindaian).

Formulir pemindaian itu berisi tentang identitas, berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit yang diderita, hingga catatan tensi darah.

Semua itu akan tertulis di tahap kedua kedua proses vaksinasi.

Pada tahapan kedua, pemindaian kesehatan dilakukan. Peserta vaksinasi terlebih dulu diukur tekanan darahnya.

Jika tekanan darah sistolik melebihi 170 mmHg dan atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg, vaksin sementara belum bisa diberikan.

“Jadi harus ditunggu dulu agar tekanan darahnya normal agar bisa divaksin,” ujar Indrian Kurnia, dokter yang menjadi petugas pemindaian dari Puskesmas Jagir.

Demikian juga dengan riwayat penyakit yang diderita. Indrian menanyakan dengan terperinci riwayat penyakit itu. Ada pula peserta vaksinasi yang harus menunjukkan obat yang diminum.

“Tujuannya, agar screening yang dilakukan akurat dan sesuai dengan standar operasional prosedur pemberian vaksin,” tambahnya.

Setelah lolos tahapan kedua, peserta diarahkan menuju petugas pemberi vaksin. Di hadapannya, sudah terdapat vial dan jarum suntik. Vial itu bisa digunakan untuk 10 dosis vaksin.

Setiap dosis vaksin yang diberikan berisi 0,5 ml vaksin Astra Zeneca.

Indrian mengatakan tidak ada efek samping spesifik setelah pemberian vaksin. Hanya biasanya, ada rasa ngilu atau gatal di area bekas suntik vaksin.

“Jika rasa ngilunya tak tertahankan, silakan diberikan paracetamol. Akan tetapi, kalau hanya ngilu biasa, tidak perlu minum obat itu,” terangnya.

Setelah vaksin pertama, masih ada pemberian vaksin dosis kedua. Dosis kedua diberikan untuk memaparkan kembali molekul antigen pada patogen virus sehingga memicu sistem kekebalan.

“Pemberian dosis kedua vaksin, nanti diberikan sekitar 8 pekan dari pemberian vaksin pertama,” tambahnya.

Bambang Eko Yuhono, petugas keamanan SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menuturkan pengalaman pertamanya ketika divaksin.

Menurutnya, pemberian vaksin ini tidak terasa sakit sama sekali.  

“Tahu-tahu, sudah selesai dan diberi plester. Semoga kita semua sehat setelah divaksin,” tuturnya.

Taufiqur Rohman
Guru SMP Muhammadiyah 4 Surabaya
taufiqurrohman3@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved