Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

TPT Jatim Meningkat Akibat Pandemi, Khofifah Tetap Optimistis Karena Investasi Jatim Juga Meningkat

Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur mengalami peningkatan 2,02 persen dibanding tahun 2019.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat di Gedung DPRD Jatim dalam Rapat Paripurna Nota Penjelasan Gubernur Terhadap LKPJ Akhir Tahun 2020, Senin (29/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur ada di angka 5,84 persen. Angka TPT Jatim ini mengalami peningkatan 2,02 persen dibanding tahun 2019, tetapi masih lebih rendah dibanding capaian nasional sebesar 7,07 persen.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa peningkatakan TPT Jatim itu meningkat karena masa pandemi covid-19.

Meski demikian, Gubernur Khofifah menekankan, capaian ini tetap harus disyukuri karena angka persentase tersebut masih jauh di bawah absolute Nasional sebesar 7,07 persen.

“Dan sisi yang lalin, jika dibandingkan dengan tiga provinsi besar dan DKI Jakarta, posisi TPT Jawa Timur masih memberi harapan besar dan kontribusi pembangunan,” kata Gubernur Khofifah saat di Gedung DPRD Jatim dalam Rapat Paripurna Nota Penjelasan Gubernur Terhadap LKPJ Akhir Tahun 2020, Senin (29/3/2021).

Dari sisi jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Agustus 2020 sebanyak 22,26 juta orang, naik 396,37 ribu orang atau 1,81 persen dibanding Agustus 2019.

Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran. Pada Agustus 2020, sebanyak 20,96 juta orang penduduk di Jawa Timur bekerja sedangkan sebanyak 1,30 juta orang menganggur.

“Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada penambahan penduduk penganggur, melainkan juga pada dinamika aktivitas ketenagakerjaan penduduk usia kerja secara umum di Jawa Timur,” tegasnya.

Dari 31,66 juta penduduk usia kerja di Jawa Timur tahun 2020 terdapat 4,23 juta atau 13,36 persen orang menganggur yang terdampak covid-19.

Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jawa Timur juga meningkat.

TPAK pada Agustus 2020 tercatat sebesar 70,33 persen, meningkat 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2019. Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di

Jawa Timur, di antaranya penyediaan informasi lapangan kerja, serta peningkatan kemampuan atau skill angkatan kerja di 16 Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Provinsi.

Selain itu, juga dilakukan penyediaan lapangan kerja yang terus didorong melalui kemudahan prosedur investasi di Jawa Timur serta didukung oleh beberapa kinerja program prioritas baru, diantaranya Millennial Job Center dan Dream Team Science Techno Park (STP).

“Meski di masa pandemi, kami bersyukur tetap dipercaya investor. Tahun 2020, ada kenaikan investasi sebesar 33,8 persen. Ini angka yang luar biasa bagi provinsi yang semua juga mengalami pandemi. Iklim investasi, kami selalu jaga. Mudah-mudahan investasi ini kalau sudah mulai usahanya, bisa menyerap tenaga kerja yang lebih bagus lagi sehingga TPT yang bertambah di tahun 2020 akan terserap 2021,” tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved