Rabu, 22 April 2026

Berita Kampus

Kukuhkan Empat Guru Besar Baru, Unesa Bertekad Percepat Menuju PTN-BH 

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Rapat Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar dan Tasyakuran Prestasi Unesa di Graha Unesa Lidah Wetan.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Pengukuhan Guru Besar Unesa di Graha Unesa Lidah Wetan, Surabaya, Senin (29/3/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Rapat Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar dan Tasyakuran Prestasi Unesa di Graha Unesa Lidah Wetan, Senin, (29/3/2021).

Rapat tersebut dibuka Ketua Senat Unesa Prof Dr H Haris Supratno M Pd dan para Gubes dikukuhkan oleh Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan M Kes. 

Empat Guru Besar yang dikukuhkan pada kesempatan itu, Prof Drs Slamet Setiawan M A Ph D sebagai Guru Besar Ilmu Linguistik di Fakultas Bahasa dan Seni.

Prof Dr Nita Kusumawati S Si MSc sebagai Guru Besar ilmu Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 

Selain itu, Prof Dr Suryanti M Pd dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan IPA di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Sedang Prof Dr Hj Sri Joeda Andajani M Kes sebagai Guru Besar bidang ilmu Teknologi Pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan M Kes mengatakan, pengukuhan Guru Besar Unesa tersebut merupakan salah satu upaya Unesa dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan percepatan menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dan menjadi kampus berstandar Internasional.

Nurhasan berharap, dengan bertambahnya jumlah Guru Besar dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian Unesa kepada masyarakat.  

“Unesa optimis, para Gubes dan SDM-nya bisa membawa Unesa menjadi kampus yang inovatif, kreatif, dan kolaboratif dalam melahirkan karya-karya positif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

“Pokoknya, Unesa satu langkah di depan, harus segera PTN-BH dan menjadi World Class University,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa, Prof Dr Bambang Yulianto M Pd memaparkan, untuk menuju PTN-BH ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan secara matang, satu di antaranya ialah SDM yang unggul dan bermutu. 

Unesa membentuk tim pendampingan khusus bagi para kandidat yang diusulkan menjadi Guru Besar dan untuk para dosen yang masih magister didorong ke jenjang doktoral.

Selain itu, ada banyak upaya yang sudah dilakukan Unesa sebagai langkah percepatan alih status Unesa dari PTN-BLU ke PTN-BH. 

“Kita punya tim percepatan alih status dan tahun ini Unesa kejar semuanya rampung dan harapannya tahun depan Unesa sudah bisa menjadi PTN-BH,” ujar Bambang semangat.

Selain mengukuhkan Guru Besar, pada kesempatan itu, Unesa gelar tasyakuran atas ragam prestasi yang dicapai Unesa sepanjang tahun 2020. 

Beberapa di antaranya seperti juara pertama nasional Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Nilai Kinerja Anggaran Terbaik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Lalu, Akreditasi ASIIN atau akreditasi internasional lima prodi FMIPA dan juara terbaik tiga Humas Perguruan Tinggi Anugerah Humas Dikti 2020. 

Di samping itu, sebagai bentuk empati dan menyebarkan semangat berbagi.

Pada kesempatan ini Unesa juga mengundang 100 anak yatim dan membagikan tali asih kepada anak-anak yang datang dari berbagai yayasan di Surabaya. 

Daniswara Rachman Candra Nengtyas dari TPQ Fathul Jadid, Babatan Mukti, Surabaya mengaku senang bisa hadir pada acara tersebut.

Baginya, yang terpenting adalah bukan bingkisan, tetapi semangat di balik itu untuk terus belajar dan menjadi anak yang lebih baik dan membanggakan semua.

"Senang dan jadi ada semangat belajar. Terima kasih Unesa, dan terima kasih semuanya,” ujar anak 13 tahun itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved