Breaking News:

Berita Surabaya

Hampir Sepekan Penerapan ETLE di Surabaya, Sudah 700 Surat Pelanggaran Dikiriman Polisi ke Warga

Pelanggaran terbanyak di Surabaya sesuai dengan capture CCTV di 39 titik ini adalah pelanggaran marka jalan, terobos lampu merah dan safety belt.

SURYA.co.id/Samsul Arifin
Ilustrasi suasana pengambilan barang bukti ETLE di Mall Pelayanan Publik Siola. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Setelah Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) resmi dilaunching oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Selasa (23/3/2021), Satlantas Polrestabes Surabaya juga sudah secara resmi memberlakukan teknis penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis Closes Circuit Television (CCTV) yang merekam setiap pelanggaran di jalanan Kota Surabaya.

Hampir sepekan efektif diberlakukan, sudah ada sekitar 700 lembar surat konfirmasi yang dikirimkan ke warga Surabaya pelanggar lalu lintas.

Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra.

"Per hari, rata-rata 100 lembar surat konfirmasi yang kami kirimkan ke masyarakat. Ya sekitar 700an lah," kata Teddy, Senin (29/3/2021).

Dari jumlah sekitar 700 lembar yang dikirimkan ke warga, sudah ada sekitar 40 persen warga yang mendatangi posko penegakkan hukum (gakkum) terpadu ETLE di Gedung Siola Surabaya.

"Sudah sekitar 40 persen yang konfirmasi. Kemudian kami lakukan penindakan. Sebagaian besar memang mengakui pelanggarannya," imbuhnya.

Pelanggaran terbanyak sesuai dengan capture CCTV di 39 titik ini adalah pelanggaran marka jalan, terobos lampu merah dan safety belt.

"Kami imbau kepada masyarakat, karena memang pelanggaran yang direkam oleh kamera ini sifatnya final, jadi agar benar-benar ditingkatkan kewaspadaan dalam berlalu lintas. Tetap menjaga ketertiban saat berkendara karena berdampak juga pada keselamatan para pengendara sendiri," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved