Berita Tulungagung
PGRI Minta Kuota P3K Tulungagung Ditambah, GTT Bersertifikat Diusulkan Jadi ASN
Belum adanya kepastian ini dimanfaatkan Muhadi untuk memberikan usulan ke PGRI Provinsi hingga PGRI Pusat.
Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tulungagung terus mempersiapkan anggotanya menghadapi penerimaan Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021. Selain itu PGRI mengusulkan agar kuota P3K untuk Tulungagung bisa ditambah.
Sedangkan salah satu cara yang dilakukan PGRI untuk mempersiapkan para anggotanya, adalah dengan memberikan pendalaman materi secara daring, kepada guru honorer yang sudah masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Sampai saat ini belum ada kepastian (pelaksanaan rekrutmen P3K). Namun kami berupaya mempersiapkan para guru,” terang Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi, Minggu (28/3/2021).
Menurut Muhadi, saat ini perkembangan rekrutmen P3K terus berubah. Misalnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) masuk dalam rencana rekrutmen, padahal sebelumnya tidak ada.
Belum adanya kepastian ini dimanfaatkan Muhadi untuk memberikan usulan ke PGRI Provinsi hingga PGRI Pusat. Usulan itu berisi permintaan agar kuota P3K guru di Tulungagung ditambah, dari 800 menjadi lebih dari 1000.
Kuota ini mengacu pada jumlah guru tidak tetap yang ada di Tulungagung, sekitar 1.500 orang. Aspirasi PGRI Tulungagung ini diharapkan akan diteruskan kepada pemerintah pusat dan bisa terakomodasi tahun ini.
“Informasi awal yang kami dapat, kuota P3K guru sekitar 800 saja. Makanya kami usulkan agar dapat lebih banyak,” sambung Muhadi.
Muhadi juga mengusulkan, agar GTT yang memiliki sertifikat pendidikan mendapat perhatian khusus. Mereka diharapkan bisa langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), karena sertifikat itu didapat dengan kerja keras dan proses yang panjang.
Sertifikat itu juga menjadi jaminan kelayakan mereka menjadi seorang pendidik. “Kami usulkan ada kuota sekitar 128 orang GTT dengan sertifikat pendidik langsung diangkat jadi ASN,” ujar Muhadi.
Selain itu, PGRI Tulungagung juga mengusulkan kepada GTT yang mempunyai kontribusi pada dunia pendidikan, diangkat menjadi P3K tanpa tes. Usulan ini mengacu pada proses pengabdian mereka selama menjadi GTT.
Muhadi berharap semua usulan itu bisa terwujud dan memberi angin segar kepada para GTT yang selama ini menanti kepastian. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gtt-berdemo-di-pemkab-tulungagung.jpg)