Breaking News:

Kekuatan Tempur Ali kalora Cs Melemah Jadi Peluang untuk TNI-Polri, Begini Kata Pengamat Terorisme

Kekuatan tempur Ali kalora Cs dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang sudah melemah, jadi peluang bagi TNI-Polri.

Kolase Istimewa/Tribun Manado dan Istimewa/Tribun Palu
Kekuatan Tempur Ali kalora Cs Melemah Jadi Peluang untuk TNI-Polri 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Kekuatan tempur Ali kalora Cs dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang sudah melemah, jadi peluang bagi TNI-Polri.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat Terorisme dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Lukman S Thahir.

Melansir dari Tribun Palu dalam artikel 'Kekuatan MIT Poso Melemah, Pengamat IAIN Palu: Ini Peluang TNI/Polri', Kamis (25/3/2021), Lukman menyarankan agar pihak Kepolisian segera menyusun langkah-langkah dan strategi untuk menyikapi persoalan itu.

Ali Kalora Cs disebut sudah terdesak karena kehabisan bekal. Berikut update Ali Kalora Cs.
Ali Kalora Cs disebut sudah terdesak karena kehabisan bekal. Berikut update Ali Kalora Cs. (dok. polri)

Baca juga: Terlalu Sadis, KKB Papua Masuk List Teroris Mirip Ali Kalora Cs? Satgas Nemangkawi Terus Kepung OPM

Baca juga: Kabar Terbaru Kekuatan Ali kalora Cs Sudah Melemah, Jenderal dari Kopassus Janjikan ini ke Warga

"Ini menurut saya peluang bagi pihak Kepolisian untuk menyikapi persoalan langkah langkah dan strategi," tutur Lukman.

Namun, ia berharap penindakan yang dilakukan pihak TNI/Polri dapat dilakukan dengan baik agar tidak nemunculkan antipati masyarakat.

"Lebih menekankan terhadap aspek penindakan. Betul-betul dibingkai yang baik supaya tidak memunculkan antipati masyarakat," ucap Lukman.

Menurutnya, saat ini masyarakat telah berpihak kepada TNI/Polri.

Ia mencotohkan dengan beberapa kasus terakhir yang melibatkan kontak tembak antar Kelompok MIT Poso dengan tim gabungan TNI-Polri.

"Berarti keberpihakan masyarakat dengan apa yang dilakukan pihak Kepolisian itu juga dapat respon yang baik dari masyarakat, kalau sebelumnya kan tidak seperti ini," terang Direktur Eksekutif Wisdom Institute itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved