Sosok
Dwi Indah Artaverlina: Berkomunikasi Bukan Sekadar Berbicara
Menurut Dwi Indah Artaverlina, kemampuan public speaking bukan hanya penting untuk dimiliki, melainkan sudah menjadi kebutuhan.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menurut Dwi Indah Artaverlina, kemampuan public speaking bukan hanya penting untuk dimiliki, melainkan sudah menjadi kebutuhan.
"Saya sering menekankan kepada teman-teman, terutama generasi saya, bahwa jangan mempersempit makna bahwa berkomunikasi sekadar berbicara," katanya, Jumat .
Menurut juara 1 Duta Public Speaking Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 2018 ini, berkomunikasi bersifat luas baik secara verbal maupun non-verbal.
"Oleh karena itu, kebutuhan untuk bisa berkomunikasi tidak bisa ditawar lagi. Bisa dipastikan semua profesi membutuhkan kemampuan ini," ungkap Dwi Indah.
Ia sendiri memilih fokus di bidang public speaking berangkat dari pengalaman pribadi melihat lingkungan sekitar.
"Saya merasa banyak orang bisa berbicara, namun tidak disertai dengan teori yang baik. Banyak juga yang punya wawasan kompleks, tapi tidak bisa muncul ke permukaan," kata perempuan kelahiran 14 Juni 1999 ini.
Dua hal tersebut mendorongnya untuk mulai bergelut dalam bidang public speaking di antaranya mengikuti organisasi baik ilmiah, maupun non-ilmiah.
"Untuk menjadi pembicara yang baik, harus menjaga etika. Jangan menjadi pembicara yang selalu mengunggulkan prestasi dan menggaungkan wawasan. Tugas kita adalah menyampaikan yang audience butuhkan," tutup Dwi Indah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dwi-indah-artaverlina.jpg)