Breaking News:

Berita Surabaya

Hari Ini FK Unair Lantik 84 Dokter Spesialis, Pelantikan Kedua Selama Pandemi

Sebanyak 84 dokter spesialis dilantik secara daring dan luring di aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Rabu (24/3/2020).

SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Prosesi pelantikan dokter spesialis di Aula FK Unair, Surabaya, Rabu (23/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 84 dokter spesialis dilantik secara daring dan luring di aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Rabu (24/3/2020).

Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso mengungkapkan, pelantikan kali ini merupakan pelantikan dokter spesialis kedua di masa pandemi. Penerapan protokol secara ketat diberlakukan selama pandemi dengan pembatasan jarak dan pemakaian Faceshield beserta masker bagi yang hadir di aula.

Dengan demikian hanya 36 dokter spesialis yang bisa hadir secara luring di kampus, sisanya mengikuti pelantikan secara daring.

"Nilai pelantikan dokter ini sangat sakral, apalagi aulanya juga usianya sudah tua. Dan dengan dilantiknya para dokter ini mereka akan kembali bertugas di rumah sakit asalnya," ujarnya.

Prof Budi mengungkapkan, selama pendidikan para dokter spesialis ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga, meskipun bertugas di ruang khusus mereka tidak terinfeksi Covid-19.

"Para PDSS ini ada yang di ruang paru, tetapi tidak ada yang terinfeksi karena mereka sadar bagaimana mengelola protokol kesehatan dengan benar," ujarnya.

Sementara itu, sejauh ini para PDSS belum didistribusikan ke rumah sakit jejaring. Hanya ke rumah sakit pendidikan Unair, seperti RS Unair atau RSUD Dr Soetomo.

"Saat ini kami masih mengkaji pendistribusian PDSS di rumah sakit jejaring, karena kami prinsipnya menjaga keselamatan dan kesehatan anak didik," lanjutnya .

Namun, Prof Budi menegaskan, tidak mungkin terus-terusan membatasi calon dokter spesialis bertemu pasien. Pasalnya kompetensi dokter spesialis didapatkan dari banyaknya penanganan kasus.

Direktur RSUD Dr Soetomo, Joni Wahyuhadi mengungkapkan, pihaknya sebagai sebagai rumah sakit pendidikan selama ini telah menunjang pendidikan para dokter.

Ia mengaku cukup kesulitan, karena dalam masa pandemi ini harus selain menurunkan jumlah pasien juga memproteksi PDSS selama pendidikan.

"Meskipun demikian rumah sakit telah melakukan terobosan, seperti saya di bidang klinis bedah saraf setiap malam ada diskusi tentang case pasien atau share jurnal secara online," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved