Breaking News:

Agrowisata Bukit Dermo Ajak Warga Sekitar Olah Hasil Kebun dengan Dampingan KBI dan FTP UGM

Pandemi covid 19 membuat kawasan wisata harus merugi. Namun Agrowisata Bukit Dermo di Nuwungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, DIY, berhasil bangkit 

surya.co.id/sri handi lestari
Dari kiri: Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi, bersama  Ketua Departemen Teknik dan Biosistem FTP UGM,  Prof Lilik Sitianso, dan salah satu warga saat menerima bantuan alat untuk mendukung kegiatan wisata di Bukit Dermo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.   

SURYA.co.id | - Pandemi covid 19 membuat kawasan wisata harus merugi. Namun Agrowisata Bukit Dermo di Nuwungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, DIY, berhasil bangkit setelah mendapatkan pendampingan.

Pendampingan tersebut dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI dan Departement Teknik Pertanian dan Biosistim Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada (FTP UGM).

Agrowisata Bukit Dermo mulai hadir pada Maret 2019. Berada di kawasan rest area jalur Jogja-Panggang km 25 Nawungan 1, Selopamioro, Imogiri, Bantul DI Yogyakarta.

Jalur ini rame dilewati kendaraan dari arah Jogja yang menuju ke Gunung Kidul, dan dari arah sebaliknya.

"Saat itulah kami kemudian membuka area ini sebagai tempat istirahat, dengan suasana alam," kata Mustika Hidayat, Kelompok Sadar Wisata Nawungan, Rabu (18/3/2021) lalu.

Masuk di area agrowisata Bukit Dermo, diawali dari area parkir. Kemudian tempat jualan Kopi Gubuk Dermo yang menyediakan aneka minuman, seperti kopi, teh, dan camilan khas daerah tersebut.

Suasana asri terlihat dengan posisi area Agrowisata yang berada di bagian atas bukit.di atas terdapat pemandangan bunga-bunga warna - warni yang sejak buka di tahun 2019 lalu menjadi spot menarik untuk latar berswafoto.

Bila musim panen, menurut Mustika, akan hadir buah durian duri hitam yang rasanya tak kalah legit dibanding durian enak lainnya.

"Saat ini baru saja selesai musim panen. Jadi tidak ada buah durian," ungkap Mustika.

Baru satu tahun operasional, pandemi covid 19 menghadang. Hal ini membuat pengelola yang mayoritas adalah warga Desa Selopamioro terancam bangkrut.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved