Breaking News:

Bertemu PWM, PAN Jatim Harap Jihad Politik Muhammadiyah Tetap Bergaung

Selama ini jihad politik Muhammadiyah disebut dapat sukses memilih wakil rakyat yang dianggap mumpuni.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Istimewa/Dok PAN Jatim
Suasana pertemuan pengurus PAN Jatim bersama Pengurus Muhammadiyah Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - DPW PAN Jawa Timur berharap upaya ikhtiar jihad politik Muhammadiyah kembali digencarkan. Terlebih di daerah pemilihan yang menjadi representasi warga Muhammadiyah.

Harapan dan keinginan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig saat mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur belum lama ini.

"Terutama di dapil-dapil yang merepresentasikan partisipasi warga persyarikatan," kata Rizki Sadig dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Dia berharap, ikhtiar jihad politik Muhammadiyah memang terus dilakukan. Apalagi, selama ini jihad politik tersebut dapat sukses memilih wakil rakyat yang dianggap mumpuni.

Pertemuan itu pun disebut bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan sinergi dua lembaga itu. Apalagi, sejauh ini publik memahami, PAN memiliki hubungan istimewa dengan Muhammadiyah.

“Forum dialog strategis antar pimpinan PAN Jatim dan PWM Jatim secara kelembagaan mesti dibangun secara produktif demi peningkatan elektoral dan kemajuan dakwah persyarikatan,” lanjut Rizki.

Muhammadiyah sebagai basis tradisional dan primordial PAN, tergambar dalam monograf suara pemilih gambar partai yang besar di dapil yang menjadi kantong warga Muhammadiyah misalnya Surabaya, Gresik, Lamongan, Malang dan Jember.

Berbicara politik, sejauh ini, Rizki menyebut posisi elektoral PAN di Jatim terus menguat dan terus potensial.

Dia tak memungkiri, politik di Jatim secara elektoral memang didominasi oleh kultur merah dan hijau.

Meski begitu, partai yang merepresentasikan dua warna tersebut dianggap hanya mampu mengambil masing-masing sekitar empat juta pemilih.

Padahal ada 21 juta pemilih sah dari total 31 juta pemilih di Jawa Timur. Atau tak lebih dari 10 hingga 12 persen dari jumlah daftar pemilih tetap di Jatim.

Sehingga menurut Rizki, memang ada banyak hal potensial untuk terus disasar. “Tentu dengan tetap mengindahkan peribahasa Jawa nggolek uceng kelangan deleg,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, selain Rizki, pimpinan DPW PAN Jatim yang hadir antara lain Sekretaris Husnul Aqib, Bendahara Heri Romadhon.

Lalu, Abdullah Abu Bakar selaku Ketua Bidang Bapilu, Malik Effendy sebagai Ketua Bidang Perkaderan dan Windiarto Kardono yang merupakan Ketua Bidang Litbang.

Muh Khulaim Junaedi dan Moch Azis yang merupakan anggota Fraksi PAN DPRD Jatim juga turut mendampingi. Mereka diterima oleh Ketua PWM Jatim, Dr M Saad Ibrahim dan jajaran pimpinan yang lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved