Breaking News:

Virus Corona di Bondowoso

Pelanggar Prokes di Bondowoso Menurun, Satgas Covid-19 Tetap Gencar Operasi Yustisi    

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berupaya mengendalikan penyebaran Covid-19. 

surya.co.id/danendra kusumawardana
Pelanggar protokol kesehatan mengikuti sidang pada operasi yustisi di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Senin (22/3/2021). 

SURYA.co.id |  Bondowoso - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berupaya mengendalikan penyebaran Covid-19. 

Melalui Satgas Covid-19, operasi yustisi pun tetap rutin dilaksanakan. Itu agar masyarakat terbiasa menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Kali ini operasi yustisi digelar di tempat keramaian, tepatnya di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Senin (22/3).

Berdasarkan pantauan, sejumlah pengendara kedapatan melanggar protokol kesehatan, yakni tak mengenakan masker.

Mereka pun dihentikan. Lantas diminta ke tempat sidang yang telah disiapkan. 

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bondowoso, Samsul Hadi mengatakan selama satu jam pelaksanaan yustisi di alun-alun, total 25 pelanggar protokol kesehatan terjaring.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan awal pelaksanaan operasi yustisi.

"Sampai detik ini pelanggaran protokol kesehatan mengalami penurunan. Sebab, selain yustisi, kami juga mengedukasi masyarakat," katanya.

Ketika tertangkap basah tak mengenakan masker, bermacam alasan dilontarkan oleh pengendara. 

Meski begitu, alasan dari mereka tak bisa dimaklumi. Pengendara tetap diberi sanksi oleh petugas.

Salah satu sanksi yang diberikan selain sanksi sosial, yaitu sanksi denda. Semua jenis pelanggaran protokol kesehatan sanksi dendanya dinaikkan menjadi Rp 30 ribu atau disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. 

"Rata-rata pelanggar tidak memakai masker. Alasannya lupa memakai masker karena selesai makan dan sedang merokok," sebutnya.

Dari data yang dapat dihimpun, sepanjang Januari-Februari 2021 sedikitnya sekitar 300 pelanggar yang terjaring. Sedangkan denda terkumpul sekitar Rp 3,5 juta.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Bukan karena ada yustisi. Tetapi jadikan sebuah kebiasaan dan demi keselamatan diri sendiri," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved