Kongres HMI Ke XXI di Surabaya
Kongres HMI Berjalan Alot, hingg Pukul 22.00 dari 4 Pleno Baru Tuntas 2, Terdapat 26 Kandidat Ketum
Kongres ke XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Surabaya berjalan alot.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Kongres ke XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Surabaya berjalan alot.
Kongres yang awalnya dibuka pada 17 Maret lalu, sedianya berlangsung hingga 22 Maret.
Namun, hingga pukul 22.12 WIB di hari terakhir pelaksanaan, Kongres itu baru menuntaskan dua sidang pleno.
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Kongres Ke XXI HMI Syafiudin menjelaskan alotnya Kongres itu lantaran faktor adaptasi persidangan hybrid.
"Itu sebenarnya yang membuat alot," kata Syafiuddin saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021) malam.
Total ada empat pleno dalam kongres tersebut.
Pleno 2 membahas laporan pertanggung jawaban, kemudian pleno 3 membahas rekomendasi atau beberapa kebijakan organisasi.
Sedangkan pada pleno 4, pemilihan ketua umum yang diikuti puluhan kandidat ketua umum PB HMI.
Setidaknya, ada 26 kandidat ketua umum.
Menurut Syafiuddin, pemilihan ketua itu akan berjalan dua putaran.
Sebanyak 26 kandidat itu akan menjalani dua kali pemilihan.
Sebelum nantinya mengerucut pada beberapa orang yang dianggap memenuhi ketentuan yang berlaku dalam kongres.
Jika ketua sudah terpilih, baru kemudian dilakukan penutupan kongres.
Saat berita ini diunggah, Kongres HMI di Ismic Center Surabaya itu masih berlangsung.
Panitia menargetkan segera menuntaskan Kongres ke XXXI HMI di Surabaya.
Dia tak memungkiri selama pelaksanaan terdapat beberapa dinamika yang terjadi.
Misalnya, datangnya peserta 'tim penggembira' yang merupakan di luar peserta kongres resmi.
Dalam persidangan normal, katanya, peserta semacam itu sebenarnya bisa datang sekedar menyaksikan jalannya kongres.
Namun, lantaran kongres di Surabaya ini berlangsung di tengah pandemi maka mereka dilarang berada di arena kongres.
Secara umum, Syafiuddin mengaku jalannya kongres di Surabaya ini berlangsung normal.
Kalaupun ada dinamika yang terjadi, dia mengatakan itu terjadi di luar arena kongres yang telah ditentukan.
"Kita secara umum berjalan lancar, kecuali persoalan adaptasi sistem itu," ungkapnya.