Breaking News:

Berita Sampang

Tidak Ada Pemetaan Khusus, Peredaran Sabu di Sampang Merata di 14 Kecamatan

Dan dalam pemberantasan ke depannya, pihaknya akan tetap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat

Editor: Deddy Humana
surya/hanggara pratama
Kasatnarkoba Polres Sampang, AKP Harjanto Mukti Eko Utomo (putih) mengungkap salah satu kasus narkoba di wilayah kerjanya beberapa waktu yang lalu. 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Peredaran narkoba khususnya untuk jenis sabu, ternyata sudah sangat serius di wilayah Sampang. Begitu tingginya tingkat penyalahgunaan itu, dalam tiga bulan terakhir sudah puluhan tersangka yang diringkus jajaran Polres Sampang dan didominasi pria dewasa.

Bahkan polisi tidak memberi perhatian hanya pada satu kecamatan yang memiliki tingkat peredaran sabu tertinggi. Karena dari 14 kecamatan di Sampang, peredarannya malah hampir merata.

"Dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Sampang hampir merata di 14 Kecamatan. Sehingga, kami tidak memetakan wilayah mana yang paling menjadi atensi dalam pemberantasan narkoba," kata Kasatnarkoba Polres Sampang, AKP Harjanto Mukti Eko Utomo, Minggu (21/3/2021).

Mukti menambahkan, sejak awal Januari 2021 hingga medio Maret ini, sudah ada 23 laporan polisi yang berhasil diungkap. Dari laporan tersebut, pihaknya meringkus 26 tersangka yang didominasi pria usia dewasa.

"Untuk barang bukti (BB) yang diamankan jumlahnya bermacam-macam. Tetapi yang paling besar kami ungkap 1,2 KG dan jumlah keseluruhannya sekitar 2,5 KG dalam bentuk sabu," ujarnya.

Dari semua kasus yang diungkap dan para tersangka yang ditangkap, polisi tetap memburu sasaran utama yaitu  otak peredaran narkoba di wilayah hukumnya. "Sejauh ini rata-rata yang berhasil kami amankan adalah pengedar dan kurir," ungkapnya.

Dan dalam pemberantasan ke depannya, pihaknya akan tetap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai tokoh masyarakat, instansi pemerintahan, dan tentunya semua jajaran Polsek di wilayah Sampang.

"Termasuk selalu meningkatkan koordinasi dengan Bandan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK)," pungkasnya. HANGGARA PRATAMA

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved