Kongres HMI Ke 31 Surabaya

Maju Jadi Kandidat Ketua HMI, Mahasiswa Asal Sumenep Tegaskan Sikapya

Gelaran Kongres ke XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Surabaya diikuti oleh puluhan kandidat Ketua Umum PB HMI.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Polisi terlibat sedikit gesekan saat massa HMI asal Makassar memaksa masuk gedung kongres HMI ke 31 di Islamic Centre Surabaya, Sabtu, (20/3/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gelaran Kongres ke XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Surabaya diikuti oleh puluhan kandidat Ketua Umum PB HMI.

Total ada 26 kandidat, seorang di antaranya mahasiswa asal Sumenep Madura, Urip Prayitno. 

Urip merupakan mahasiswa pascasarjana Universitas WR Supratman.

Sejumlah gagasan sudah dirumuskan, misalnya bakal memastikan sikap independensi HMI dalam setiap kebijakan pemerintah. 

"Menentukan sikap pada kondisi kebangsaan, kondisi keislaman hari ini, tanpa menggerus sikap independen HMI," kata Urip, Minggu (21/3/2021). 

Dia menjelaskan, dia bakal membawa HMI ke depan mendukung setiap kebijakan pemerintah, dengan catatan kebijakan tersebut dianggap masih sesuai dengan nilai atau tujuan yang baik.

Sebaliknya, jika kebijakan itu dinilai bertentangan, maka HMI sebagai organisasi kemahasiswaan akan memberikan kritikan. Hal itu dianggap paling dibutuhkan saat ini. 

Selebihnya, Urip yang juga merupakan tenaga ahli anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu sudah membulatkan tekad maju dengan berbagai gagasan yang sudah dirumuskan.

Ada sejumlah gagasan yang ia rumuskan menjadi berbagai poin program.

Pada intinya, dia mengaku ingin mengembalikan dan membuat HMI lebih baik.

"Saya maju sebagai solusi, menyelesaikan persoalan," ungkapnya. 

Dari sisi pengalaman, Urip pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Sumenep pada tahun 2017-2018.

Kemudian menjadi Wasekjen Bidang Kelautan dan Pertanian PB HMI 2018-2020. 

Dia masih cukup optimis dapat menjadi ketua PB HMI ke depan.

Keyakinannya itu, juga lantaran dirinya mengklaim banyak dukungan untuk maju. Apalagi, Kongres ini berlangsung di Jawa timur. 

"Saya optimis, apalagi kongresnya di Jatim," ungkap pria kelahiran Sumenep 26 Juli 1992 tersebut. 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved