All England 2021
Jadwal Badminton Final All England 2021 Hari ini Minggu 21 Maret, Turki Beri Dukungan ke Indonesia
Simak jadwal badminton final All England 2021 hari ini, Minggu (21/3/2021). Turki beri dukungan untuk Indonesia yang dipaksa mundur oleh BWF.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Simak jadwal badminton final All England 2021 hari ini, Minggu (21/3/2021). Turki beri dukungan untuk Indonesia yang dipaksa mundur oleh BWF.
Pertandingan badminton All England 2021 hari ini telah memasuki babak final.
Melansir dari laman bwfworldtour, pertandingan hari ini didominasi oleh pemain-pemain Jepang.
Baca juga: Sikap Presiden Jokowi Indonesia Dipaksa Mundur All England, BWF Minta Maaf dan Singgung Pemain Turki
Baca juga: Marcus Gideon Tantang 1 Hal Buntut Atlet Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Minta Keadilan
Ada 7 wakil Jepang yang akan bertarung memperebutkan juara di babak final All England 2021.
Laga diawali dengan penampilan ganda putera asal Jepang Takeshi KAMURA/Keigo SONODA, yang akan melawan rekan senegaranya Hiroyuki ENDO/Yuta WATANABE.
Pertarungan sesama wakil Jepang juga terjadi di sektor ganda puteri, Yuki FUKUSHIMA/Sayaka HIROTA akan melawan Mayu MATSUMOTO/Wakana NAGAHARA.
Lalu di pertandingan ketiga ada wakil tunggal puteri Thailand, Pornpawee CHOCHUWONG melawan perwakilan Jepang Nozomi OKUHARA.
Di laga keempat menampilkan LEE Zii Jia (Malaysia) melawan Viktor AXELSEN (Denmark).
Dan terakhir, All England 2021 ditutup dengan pertarungan sesama wakil Jepang, Yuki KANEKO/Misaki MATSUTOMO Vs Yuta WATANABE/Arisa HIGASHINO.
Jika tidak ada perubahan jadwal, pertandingan hari ini akan tayang di TVRI pada pukul 17.00-22.00 WIB.
Adapun, Link Live Streaming All England 2021 dapat diakses berikut ini.
Federasi Bulu Tangkis Turki Beri dukungan ke Indonesia
Sementara itu, kontingen Indonesia yang dipaksa mundur oleh BWF dan mendapat perlakuan diskriminatif di All England 2021 mendapat dukungan moril dari Federasi Bulu Tangkis Turki (TBF).
Tim Indonesia dipaksa mundur dari pagelaran All England 2021 saat mereka tengah bertanding pada Kamis (18/3/2021) dini hari WIB.
Tak hanya itu, beberapa anggota kontingen yang berada di venue pun diusir oleh panitia lokal.
Berdasarkan pengakuan para pemain, personel tim dilarang naik bus dan lift menuju kamar mereka di hotel karena takut penularan.
"Kami shock, itu sudah pasti," tutur Marcus Gideon kepada salah satu televisi berita nasional.
"Ada yang baru kelar main langsung diusir. Sudah gitu tak boleh naik bus dan tak boleh naik lift, katanya takut close contact atau bagaimana."
"Kami disuruh berjalan kaki dari hall dan mereka yang mendapat notifikasi juga tak boleh naik lift.
Mereka akhirnya naik tangga menuju kamar hotel."
Belum lagi, Marcus menambahkan bahwa panitia "seperti lepas tangan dan tak bisa berbuat apa-apa".
Perlakuan diskriminatif ini tentu saja sangat disayangkan mengingat status All England sebagai Super 1000 dan juga sejarahnya sebagai turnamen bulu tangkis tertua di dunia.
Terkait polemik di Birmingham, Inggris, tersebut Federasi Bulu Tangkis Turki pun mengucapkan dukungannya kepada tim bulu tangkis Indoensia.
Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Federasi Badminton Turki: All England Kehilangan Arti Tanpa Indonesia'
Wakil Turki, Neslihan Yigit, pun bernasib serupa di mana ia harus mengundurkan diri dari turnamen setelah berada satu penerbangan Istanbul-Birmingham dengan tim Merah Putih.
TBF menyampaikan penyesalan mendalam atas penerapan paksa isolasi mandiri 10 hari bagi Timnas Indonesia meskipun Timnas sudah menjalani dua kali vaksin Covid-19 sebelum keberangkatan dan sudah menjalani tes usap yang menunjukkan hasil negatif.
Hal ini disampaikan oleh Ketua TBF, Murat Ozmekik, pada Jumat (19/3/2021) seperti tertera dalam rilis yang diterima Kompas.com dari KBRI Ankara, Turki.
“Kami sangat bisa memahami kekecewaan para pemain dan pendukung di seluruh dunia.
Kami harapkan situasi serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari”, ujar Murat Özmekik dalam pernyataan yang disampaikan langsung kepada Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dan Ketua PBSI, Agung Firman.
Secara khusus, TBF menyampaikan penyesalannya atas apa yang menimpa Timnas Indonesia.
“Ketua TBF menyampaikan dukungannya kepada Timnas tersebut kepada saya secara tertulis maupun langsung. Turki menjadikan Indonesia kiblat bulu tangkis mereka selama ini”, ujar Ujar Dubes Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan komunikasinya dengan Ketua Federasi Bulutangkis Turki.
"Menurut mereka, turnamen sekelas All England kehilangan arti pentingnya tanpa kehadiran tim sekelas Timnas Indonesia."
Sikap Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menpora RI Zainudin langsung memerintahkan untuk mengambil tindakan tepat.
Pemerintah akan mengambil langkah tepat atas tindakan yang diterima tim Merah Putih.
Presiden minta Kemenlu ambil tindakan.
"Presiden Jokowi meminta kepada kami dan kemenlu untuk melakukan langkah-langkah yang cepat dan terbaik, terutama untuk menyelamatkan anak anak kita di sana," kata Zainudin pada konferensi pers di Gedung Kemenpora RI, Jakarta, Jumat (19/3/2021) siang melansir BolaSport.com berjudul 'Menpora Ungkap Peran Presiden Jokowi Terkait All England Open 2021'.
"Di sisi lain, Pak Presiden juga meminta supaya perlakuan-perlakuan yang tidak baik kepada kita ini jangan didiamkan harus tetap dipersoalkan, tentu sudah ada jalur-jalurnya," katanya.
Menpora menjelaskan pemerintah tidak bisa turun tangan langsung soal olahraga, sehingga meminta NOC Indonesia dan PP PBSI untuk mengawal permasalahan tersebut.
"Kami memberikan dukungan mem-backup apa yang dibutuhkan NOC dan PBSI, kami mendorong itu, sangat jelas pernyataan kami," ujar Zainudin.
"BWF tidak profesional, BWF tidak transparan, BWF diskriminatif. Atas dasar itu, kami minta BWF direformasi," tambahnya.
Keputusan mendesak Indonesia mundur dari All England membuat masyarakat kecewa.
Usai dipaksa mundur dari All England Open 2021, rombongan tim Indonesia harus menjalani karantina sampai 23 Maret 2021 di Birmingham.
"Informasi yang masuk pada kami tentu perasaan kita sebagai bangsa tersakiti," ucap dia.
"Karena apa? karena kita tidak diperlakukan dengan baik. Bayangkan tim kita sudah bertanding lalu dihentikan, bahkan sudah dikeluarkan dan disuruh jalan kaki."
"Naik lift pun tak bisa. Biasanya disediakan bis. Ini penyampaian langsung dari teman-teman kita di sana. Ini sesuatu diskrimanasi," kata Zainuddin melanjutkan.
Pemerintah juga berupaya untuk mencari kejelasan terkait nasib tim Indonesia yang berada di Birmingham.
"Saya barusan dapat kabar kalau logistik untuk mereka sudah disuplai, tetapi tidak bisa bertemu secara fisik," ujar Zainudin.
"Saat ini, kami masih berusaha agar pemain kita tidak terkurung (di hotel)," kata dia.
Diketahui tim Merah Putih seharusnya berlaga pada All England Open 2021 yang berlangsung di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, 17-21 Maret.
Namun para perwakilan dipaksa mundur oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) atas rekomendasi dari National Health Service (NHS) Test and Trace.
Rekomendasi NHS itu muncul karena tim Indonesia menumpangi pesawat yang sama dengan suspek pengidap virus Corona alias Covid-19 dalam perjalanan menuju Inggris.
Sesuai regulasi pemerintah Inggris, setiap orang yang positif Covid-19 atau memiliki kontak dengan orang yang positif Covid-19 wajib menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.
Ikuti Berita terkait All England 2021 di Surya.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jadwal-badminton-final-all-england-2021-hari-ini-minggu-21-maret.jpg)