Pastikan Kawal Pembahasan Raperda Pengembangan Pesantren, Gerindra Jatim Sowan Kiai NU
Partai Gerindra Jatim menyatakan komitmen untuk terus mengawal pembahasan raperda pengembangan pesantren yang saat ini dibahas oleh DPRD Jatim.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Partai Gerindra Jatim menyatakan komitmen untuk terus mengawal pembahasan raperda pengembangan pesantren yang saat ini dibahas oleh DPRD Jatim.
Sejumlah hal dilakukan, di antaranya dengan meminta masukan dari para kiai NU di Jawa timur.
Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad mengatakan pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan jajaran PWNU Jatim pada Jumat (19/3/2021) petang.
Selain silaturahmi, pertemuan tersebut merupakan inisiatif untuk meminta saran dari para kiai NU terkait raperda pengembangan pesantren.
"Partai Gerindra Jatim merasa perlu mendapatkan masukan dan arahan mengenai poin penting. Karena berbicara pesantren tentu harus mendengarkan masukan dari stakeholder," kata Anwar Sadad kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (20/3/2021).
Dia didampingi oleh Chusni Mubarok selaku Plt Sekretaris, Hidayat, Aufa Zhafiri, Rohani Siswanto, Ach Firdaus Fibrianto dan Kusriyanto.
Rombongan Partai Gerindra Jatim itu diterima langsung oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.
Menurut Sadad, pihaknya banyak mendapatkan masukan dari para Kiai NU tersebut. Misalnya, aspirasi tentang kesetaraan dan pengakuan legal terhadap pesantren dengan lembaga pendidikan lain.
Sebab, hal itu dianggap penting untuk memastikan lulusan pondok pesantren diakui baik dari sisi keahlian hingga bukti kelulusan. Apalagi, secara kompetensi, lulusan pesantren tak kalah dengan lembaga pendidikan lainnya.
Kemudian para guru di pesantren yang memiliki kemampuan keagamaan juga dapat diakui kualifikasinya. Hal itu juga penting diperhatikan.
Selain itu, Gerindra Jatim juga mendapat masukan yaitu dengan adanya Perda ini nantinya dapat tetap mempertahankan kekhasan pesantren sebagai sebuah nilai yang selama ini sudah mengakar di masyarakat.
"Apakah kurikulumnya, apakah metode pengajarannya, teknik pembelajarannya sesuai dengan kearifan lokal," sambungnya.
Anwar Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu mengungkapkan, saran dan masukan yang diterimanya itu akan ditindaklanjuti dengan menjadi pedoman untuk disuarakan Fraksi Partai Gerindra dalam pembahasan substansi raperda.
Apalagi, kata dia, semangat yang ingin ditunjukkan Gerindra yaitu dalam membangun Jatim harus secara aktif melibatkan berbagai elemen. Termasuk dalam pembahasan raperda ini.
"Gerindra mendengarkan semua arahan itu dan akan menjadikan sebagai pedoman dalam pembahasan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pertemuan-pengurus-gerindra-jatim-dengan-pwnu-jatim.jpg)