Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Diharapkan Diresmikan Presiden Jokowi, Sanitary Landfill Jabon Bisa Dimanfaatkan Jadi PLTSa

Dalam dua tahun ke depan sanitary landfill di TPA Jabon akan bisa dimanfaatkan menjadi Tempat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi lokasi sanitary landfill di TPA Jabon, Rabu (17/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Proyek sanitary landfill di kawasan TPA Jabon Kabupaten Sidoarjo akan segera diresmikan. Peresmian pengoperasional sanitary landfill yang dibangun oleh Kementerian PU-PR dan dengan biaya loan dari Jerman itu, diharapkan akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Reva, Kepala Balai Prasarana Permukiman Jatim, Jumat (19/3/2021).

Pasalnya, saat ini konstruksi dan penyiapan operasional sanitary landfill di Jabon sudah seratus persen.

"Operasional sanitary landfill ini akan segera jika sudah ada tenaga composting sorting. Kalau alatnya sudah langsung bisa dioperasionalkan. Makanya kan kami berharap Pak Presiden bisa meresmikan. Harapannya pas nanti sudah dioperasionalkan, jadi bapaknya bisa melihat operasionalisasi TPA itu," tegas Reva.

Lebih lanjut ia menyebutkan, dalam dua tahun ke depan sanitary landfill di TPA Jabon akan bisa dimanfaatkan menjadi Tempat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Akan tetapi realisasi PLTSa tersebut harus menunggu tekad dari Pemda Sidoarjo.

Sebab saat ini Kementerian PU-PR sejatinya sudah menyediakan infrastruktur dasarnya berupa jaringan pipanisasi untuk mengambil gas dari tumpukan sampah di sanitary landfill.

Namun, untuk teknologi lanjutannya untuk mengolah gas hasil dari waste managemen menjadi energi listrik dibutuhkan teknologi yang lebih advance.

"Untuk bisa jadi PLTSa. Ya itu nanti tergantung pemdanya ya. Kalau pemdanya siap untuk teknologi yang lebih advance lagi ya kami sudah siapkan infrastruktur dasarnya dulu," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa ada beberapa teknologi yang perlu ditingkatkan oleh Pemda. Jadi bukan hanya sekadar membuang sampah, Landfill, kemudian ada kolam lindi, composting, sorting, tapi nanti ada alat-alat yang canggih teknologinya.

"Infrastruktur dasar yang disediakan PUPR, di Landfill ini sudah kami siapkan pipanisasi. Jadi hasil sampah ini nanti ada gasnya yang bisa dimanfaatkan. Pipanya nanti yang akan menjadi sarana waste energi. Nanti akan kami pasang di landfill," tegasnya.

Jika landfill ini bisa dikelola untuk menjadi PLTSa, dikatakan Reva akan sangat mendatangkan manfaat bagi warga setempat. Tapi tugas itu menjadi kewenangan Pemkab Sidoarjo.

"Karena kan tugas kami sebenarnya lebih kepada memberikan stimulan. Stimulannya dari pusat kemudian pemda itu harapannya bisa mengembangkan," pungkasnya.

Di sisi lain, terkait penyiapan tenaga ahli jelang pengoperasian sanitary landfill di TPA Jabon ini, tenaga ahli dari Jerman akan datang ke lokasi proyek akhir bulan ini. Mereka akan memberikan pendampingan pengoperasian alat di sorting dan composting lengkap datang bersama untuk pelatihannya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved