Breaking News:

Berita Kediri

Cetuskan Ide City Tour Objek Bersejarah di Kota Kediri, Wali Kota Minta Masyarakat Berperan

Selain Jembatan Lama dan Benteng Blokhuis, juga ada Kantor Karesidenan, rumah dinas Kapolres Kediri Kota yang termasuk bangunan cagar budaya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Kadisparpora Kota Kediri, Nur Muhyar menghadiri tumpengan dan makan nasi takir di Jembatan Lama, Kamis (18/3/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Setelah pandemi Covid 19 berlalu, Pemkot Kediri bakal membuat kegiatan city tour ke beberapa objek bersejarah serta bangunan cagar budaya di wilayah itu. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, rute perjalanan akan dimulai dari Jembatan Lama hingga kawasan wisata Goa Selomangleng.

"Saya berharap ke depan ini bisa menjadi city tour karena saya dan Forkopimda sudah sepakat. Di dekat Jembatan Lama juga ada Benteng Blokhuis," ungkap Abu Bakar saat menghadiri tumpengan dan nasi takir peringatan ke-152 Jembatan Lama, Kota Kediri, Kamis (18/3/2021).

Selain Jembatan Lama dan Benteng Blokhuis, juga ada Kantor Karesidenan, rumah dinas Kapolres Kediri Kota yang termasuk bangunan cagar budaya. Selain itu ada Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri yang pernah menjadi tempat pertama kalinya bendera merah putih dikibarkan di Kota Kediri.

"Saya berharap teman-teman bisa membantu kami sehingga nanti bisa menjadi paket city tour yang tentunya akan membawa dampak ekonomi dan sosial," ungkapnya.

Sejumlah objek wisata dan cagar budaya yang menjadi titik persinggahan city tour seperti Masjid Agung Kota Kediri dan Kelenteng. "Diharapkan city tour menjadi kegiatan tour kota, karena banyak orang yang ingin tahu sejarah Kota Kediri," jelasnya.

Bahkan sejumlah tamu yang datang ke Balai Kota Kediri sebelumnya, juga banyak yang menanyakan sejarah era kolonial dan era kerajaan di Kota Kediri. Dikatakan, Pemkot Kediri telah menyediakan anggaran untuk perawatan dan pembersihan Jembatan Lama dan sejumlah bangunan cagar budaya.

Namun wali kota juga berharap masyarakat ikut andil dan berperan serta dalam menjaga kelestarian Jembatan Lama. "Ini akan kita rawat dan jaga. Saya berharap bahwa melindungi jembatan bukan tanggung jawab pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Semoga kita bisa merawat jembatan ini,” ujarnya.

Sementara Imam Mubarok, salah satu budayawan yang menjadi salah satu pembicara rencana city tour telah mengusulkan rute alternatifnya. Di antaranya, mulai Kelenteng Kota Kediri sampai ke kawasan wisata Goa Selomangleng.

"Kelenteng merupakan bangunan cagar budaya, kemudian Jembatan Lama, Benteng Blokhuis, Gereja Merah. Bangunan di era kolonial ini menjadi sisi menarik bangunan kuno di Kota Kediri," ungkap Imam.

Kegiatan city tour itu diharapkan selain upaya pelestarian juga ikut menjaga agar bangunan aset cagar budaya. "Diharapkan pada 20 sampai 50 tahun ke depan anak cucu kita masih dapat melihatnya," harapnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved