Berita Surabaya

Serap Produk UMKM, Cak Armuji Siapkan Batik Khas Dolly untuk Seragam ASN Pemkot Surabaya

Batik buatan warga eks lokalisasi Dolly untuk seragam ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat berkunjung ke Sentra Batik di Kawasan Putat Jaya, Rabu (17/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius membantu pemasaran produksi UMKM. Di antaranya, dengan menyiapkan batik buatan warga eks lokalisasi Dolly untuk seragam ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat berkunjung ke Sentra Batik di Kawasan Putat Jaya, Rabu (17/3/2021).

"Untuk diketahui, Surabaya punya kerajinan batik tulis. Kalau dulu mungkin terpusat di Jawa Tengah, sekarang Surabaya pun punya," kata Armuji di sela acara kunjungan tersebut.

Mengambil alih salah satu bangunan yang pernah digunakan sebagai wisma lokalisasi, Pemkot Surabaya kini memanfaatkannya sebagai sentra pembuatan batik. Di sini, para pelaku UMKM batik berkumpul untuk memproduksi batik.

Dalam kunjungan ini, Cak Armuji pun melihat satu persatu detail proses membatik yang dilakukan para pengrajin. Mulai dari membuat pola, menggoreskan canting hingga celup warna.

"Warga yang memiliki keahlian seni dikumpulkan di sini. Mereka mengekspresikan jiwa seni dengan berbagai macam karakter, diimplementasikan melalui batik tulis," kata Armuji.

Batik yang diproduksi di tempat ini pun memiliki ciri khas yang ikonik. Misalnya, bangunan bersejarah di Surabaya yang digambar dengan paduan warna dan ornamen bergaya kontemporer.

"Ornamen bangunan sejarah tertuang di batik. Ini yang jadi ciri khas yang patut dipertahankan," katanya.

Tak melulu menjadi pakaian, ada juga yang berupa pajangan, sajadah, taplak meja, hingga berbagai produk lainnya. "Ini yang harus dipromosikan. Baik oleh influencer, pemerintah kota, tentunya, anggota DPRD. Mereka juga harus punya minat untuk pesan di sini," kata mantan Ketua DPRD Surabaya ini.

Bahkan, Armuji menyebut pemerintah kota juga akan ikut ambil bagian. Menggunakan hasil produksi para pengrajin sebagai seragam di lingkungan Pemkot.

"Ini bisa dituangkan dalam peraturan. Supaya, produk dari UMKM kita ambil untuk ASN di Kota Madya. UMKM makanan sudah kami ambil. Kedepan, untuk pakaian juga akan kami ambil," katanya.

Wacana penggunaan produk UMKM untuk ASN Pemkot Surabaya mendapat antusias para pengrajin.

"Ide kami adalah seluruh ASN memiliki batik khas Surabaya," kata Koordinator UMKM di Sentra Batik ini, Sutrisno ditemui terpisah.

Pihaknya menyebut UMKM di Surabaya siap melayani pesanan untuk para ASN.
"Tidak hanya untuk satu UMKM, namun seluruh UMKM Batik di Surabaya. Sehingga, semua mendapatkan berkah," kata pria yang akrab disapa Mas Tris ini.

Selain itu, dalam jangka panjang pihaknya juga berharap Pemkot memperbanyak pameran produk Batik. Bukan hanya di regional, namun juga mencakup pihak luar.

"Selama masa pandemi, omzet kami menurun tajam. Kami hanya bisa memasarkan produk melalui jejaring yang kami miliki. Semoga, ke depan bisa kembali meningkat," katanya.

Tak sendiri, Armuji datang dengan membawa influencer di Surabaya.

Para Influencer ikut membantu sosialiasi hingga kampanye produk di Sentra batik, bukan hanya untuk digunakan namun juga dikunjungi sebagai alternatif tempat wisata.

Pada influencer juga sempat mencoba membuat pola, hingga melakukan perwarnaan pada kain batik. Mereka juga mengambil gambar dan video untuk diunggah di masing-masing media sosial para influencer.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved