Breaking News:

Berita Situbondo

Puluhan Wartawan Situbondo Demo Dukung Polisi Usut Kekerasan Oknum Pengawal Menteri KKP

Puluhan wartawan di Kabupaten Situbondo melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Situbondo, Rabu (17/03/2021).

Penulis: Izi Hartono | Editor: Parmin
surya.co.id/izi hartono
Puluhan wartawan di Kabupaten Situbondo melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Situbondo, Rabu (17/03/2021). 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Puluhan wartawan di Kabupaten Situbondo melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Situbondo, Rabu (17/03/2021).

Aksi para kuli tinta ini memberikan dukungan Polres dalam menangani laporan wartawan JTV, Andik Nurholis terkait oknum pengawal Menteri KKP yang menghalangi tugas jurnalis.

Andik saat meliput kunjungan Menteri KKP di panen perdana udang vanami  tambak melinial milik Balai Budi Daya Air Payau di Desa Klatalakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo diperlakukan kasar oknum tersebut.

Sambil membawa Poster bertuliskan aksi arogansi  dan premanisme yanngi dilakukan oknum pengawal mentri terhadap wartawan tersebut.

Sebelum ditemui Kapolres Situbondo, para wartawan berunjuk rasa di depan Mapolres Situbondo dengan pengaman puluhan anggota polisi.

Setelah itu, para wartawan dari berbagai media ditemui langsung Kapolres Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifa'i.

"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini, dan saya juga mendapatkan terusan videonya serta rekan rekan menindaklanjuti dengan laporan. Tentu akan kita tindak lanjuti lapora  itu," ujar AKBP Achmad Imam Rifai di hadapan puluhan wartawan di Mapolres Situbondo.

Menurutnya, pihaknya akan menindaklanjuti dengan secara profesional dan tidak ada upaya untuk membelokkan atau tidak menangani dengan benar.

"Tentunya ada laporan itu berproses, kita akan melakukan penyelidikan. Dengan penyekidikan kita akan memastikan benar dan tidaknya peristiwa tersebut," katanya.

Selanjutnya, lanjut Kapolres,  pihaknya akan melakukan klarifikasi demi penyelidikan ada peristiwa pidana.

"Jika ada pidananya kita naikkan ketingkat penyidikan, namum dalam proses ini memerlukan waktu.

Tolong kita dihormati dan dihargai, saya ucapkan terima kasih dukungan dan aspirasi teman teman," ujarnya.

Dijelaskan, saat ini fokus pada protokol kesehatan dan para wartawan semuanya mengenakan masker.

"kita akan memilah dari laporan ini, jika dari proses penyelidikan ada unsur pidananya kita akan sesuaikan dengan Undang Undang Pokok Pers,"  pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved