Breaking News:

Female

Merawat Organ Kewanitaan dengan Treatment Vtightening di Klinik Royal Diamond Surabaya

Area kewanitaan menjadi bagian yang sering terlewat saat perawatan. Masyarakat sering tidak perhatian kesehatan pada bagian ini.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
PERAWATAN- Perawatan organ kewanitaan di klinik Royal Diamond Clinic, Surabaya, Senin (15/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Area kewanitaan menjadi bagian yang sering terlewat dalam perawatan. Tempatnya yang tidak terlihat, masyarakat sering tidak perhatian kesehatan pada bagian ini.

Padahal, menurut Konsultan Royal Diamond dr Andita Garindra, merawat area kewanitaan tak kalah penting dari merawat wajah dan body.

"Area kewanitaan seringnya mendapat sedikit perhatian oleh pemiliknya. Padahal, jika tidak dirawat, area kewanitaan bisa menyebabkan beragam penyakit yang mengancam wanita," terang Andita saat ditemui di Klinik Royal Diamond, Senin (15/3/2021).

Menurut Andita, jenis penyakit yang sering muncul pada area kewanitaan seperti, keputihan, berbau, dan gatal. Selain membuat wanita merasa tak nyaman, hal-hal itu juga bisa saja menyurutkan kepercayaan diri.

"Jadi perawatan Vtightening ini selain untuk merawat keremajaan area wanita, tapi juga membantu mengatasi masalah-masalah seperti itu," imbuhnya.

Andita menerangkan, semakin bertambahnya usia, area kewanitaan juga ikut menua. Terutama mereka yang sexually active atau sudah pernah melahirkan secara normal.

"Apabila sudah melahirkan normal, biasanya untuk melakukan perawatan ini menunggu sampai habis masa nifas. Kalau operasi caesar, biasanya menunggu jahitan sembuh. Atau paling aman dan nyaman, dua hingga tiga bulan setelah melahirkan," jelasnya.

Biasanya, lanjut Andita, satu kali treatment saja sudah terasa hasilnya. Hanya saja, untuk maintenance akan dikembalikan lagi pada pasien. Karena yang merasakan perlu treatment hanya pasien dan pasangannya.

"Kalau sudah dirasa kendur atau ingin lebih kencang lagi, bisa treatment. Karena nggak ada aturan baku," tutur Andita.

Untuk melakukan treatment ini, Andita mengaku tidak ada pantangan khusus dan tidak akan terasa sakit asal pasien relax.

"Selain itu, karena kami di sini menggunakan teknologi canggih seperti laser, ultrasound, dan radio frequency. Sehingga rasa sakitnya agak berkurang," tandasnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved