Breaking News:

Berita Kediri

Kasus Narkotika di Kota Kediri Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Polisi Jelaskan Penyebabnya

Terdesak Kebutuhan hidup selama Pandemi Covid-19 telah berdampak semakin meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Polres Kediri Kota.

SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Sebanyak 41 tersangka kasus narkotika dan obat-obatan terlarang yang diamankan Satresnarkoba dan polsek jajaran Polres Kediri Kota, Selasa (16/3/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Terdesak Kebutuhan hidup selama Pandemi Covid-19 telah berdampak semakin meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Polres Kediri Kota.

Dalam kurun waktu Januari - Maret 2021 polisi telah mengungkap 30 kasus.

Rinciannya, kasus narkotika sebanyak 21 kasus dan obat keras 9 kasus.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, masalah perekonomian menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan kasus narkotika.

"Penyebabnya terdesak kebutuhan hidup dan masalah perekonomian," ungkapnya saat gelar ungkap Satresnarkoba Polres Kediri Kota, Selasa (16/3/2021).

Kasus narkotika yang diungkap Satresnarkoba dan polsek jajaran meliputi kasus sabu-sabu, ganja dan pil dobel L.

Dari ke 30 kasus yang diungkap, petugas mengamankan barang bukti 131,339 gram sabu-sabu, 102,73 gram ganja, dan 142.592 butir pil dobel L.

Petugas mengamankan 41 orang tersangka, dengan rincian 30 orang tersangka narkotika dan 11 orang tersangka penyalahgunaan obat keras.

Dalam kasus ungkap narkoba rata-rata peran tersangka adalah sebagai pengedar narkotika atau obat keras. Sedangkan usia tersangka rata-rata masih usia produktif.

Sementara modus operandi dilakukan dengan menjual kepada para pengguna narkoba sebagai tambahan penghasilan.

Para tersangka sudah ada yang berstatus residivis kasus yang sama serta sejumlah pemain baru dalam peredaran narkotika.

Para tersangka pengedar ganja bakal dijerat dengan pasal 111 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Sementara tersangka kasus narkotika dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 Undang-undang No 35/2009.

Sementara pengedar obat keras dijerat dengan pasal 196 Undang-undang Nomor 35/2009.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved