Breaking News:
Grahadi

Beranda Grahadi

Gubernur Jatim : Hasil Inovasi Harap Dilaporkan Secara Tertulis

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap kepada para Organisasi Perangkat Daerah

Foto Istimewa Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah indar Parawansa saat mendengarkan paparan Kepala Balitbang Kementerian Dalam Negeri RI, Dr Drs Agus Fatoni MSi terkait inovasi pelayanan publik di Kantor Setda Prov Jatim, Sabtu (13/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap kepada para Organisasi Perangkat Daerah agar melaporkan hasil- hasil inovasi secara tertulis.

Demikian dikatakannya saat mendengarkan paparan Kepala Balitbang Kementrian Dalam Negeri RI, Dr Drs Agus Fatoni MSi terkait inovasi pelayanan publik di Kantor Setda Prov Jatim, Sabtu (13/3/2021).

"Kita merasa sudah kerja keras, merasa sudah produktif, tetapi kalau itu tidak terkonfirmasi kepada masyarakat, maka masyarakat tidak akan tahu. Jadi menikmati produktivitas, menikmati kinerja itu bagus artinya itu akan menjadi bagian dari kita. Hal itu akan menjadi penting kalau itu bisa kita report," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai pelayan masyarakat harus bisa memaksimalkan, tetapi penilaian itu menjadi penting karena untuk mengukur keberhasilan dalam menciptakan inovasi.

"Ada begitu banyak inovasi dari sektor apapun, untuk dimaksimalkan semua seiring dengan kinerja yang semestinya bisa kita report kepada seluruh institusi," tambahnya.

Diharapkannya kepada Biro Organisasi untuk bisa melakukan komunikasi dan koordinasi bersama tim yang ada dengan seluruh OPD yang ada layanan-layanan di masing-masing OPD untuk bisa dilaporkan.

"Bagi saya sebagai gubernur penghargaan bukan tujuan, namun tujuan awal kita adalah mensejahterakan rakyat, tetapi kinerja kita harus terukur. Siapa yang mengukur, mereka-mereka yang ada di dalam posisi tertentu yang memang akan melihat bagaimana sebetulnya kinerja dari masing-masing program. Oleh karena itu, mari kita berbenah bersama," harapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bukan sekedar inovasi-inovasi, namun yang lebih penting lagi adalah action plan. Jadi bukan hanya pikiran, bukan hanya narasi, bukan hanya konsep, tetapi action plan narasi-narasi itu akan menjadi bagian penting, dan yang bisa melakukan inovasi itu harus menjadi sesuatu yang konkrit. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved