Breaking News:

Berita Sampang

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Sampang Bertambah, Hanya Satu Kecamatan Alami Pengurangan

Sehingga dengan adanya kenaikan tersebut, jatah pupuk yang disalurkan ke masing-masing kecamatan juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Editor: Deddy Humana
ist
Ilustrasi 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Tahun ini para petani di Sampang bisa sedikit lega karena pemerintah pusat memberi tambahan alokasi pupuk bersubsidi dengan jumlah signifikan. Dari lima jenis pupuk bersubsidi itu, Sampang mendapat penambahan antara 80 persen sampai 300 persen dibandingkan tahun 2020.

Kelima jenis pupuk itu masing-masing adalah pupuk Uera, SP-36, ZA, NPK, dan organik. Kenaikan pupuk tersebut terjadi cukup merata mulai jenis pupuk berbahan dasar limbah ternak sampai pupuk kimia.

Sehingga dengan adanya kenaikan tersebut, jatah pupuk yang disalurkan ke masing-masing kecamatan juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Namun berbeda dengan Kecamatan Tambelangan di mana jatah pupuk justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Kepala koordinator Balai penyuluh pertanian (BPP) Tambelangan, Suryadi mengatakan, pengurangan jatah pupuk di daerahnya karena pengajuan lewat e-RDKK memilih pengajuan majemuk atau kolektif, bukan tunggal.

Menurutnya, jika memilih pengajuan majemuk maka otomatis alokasi jatah pupuk jenis UREA akan berkurang, berbeda dengan pengajuan tunggal yang cenderung lebih bertambah.

“Kami memilih pengajuan majemuk agar para petani menggunakan pupuk berimbang, tidak hanya bergantung dua jenis pupuk saja, jenis UREA atau SP-36,” kata Suryadi, Minggu (14/3/2021).

Dengan begitu, diharapkan petani juga beralih menggunakan jenis pupuk lain seperti, NPK, ZA, dan PETEOGANIK yang juga bagus untuk menyuburkan serta menjaga keseimbangan tanah. Dan memang satu paket jatah pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah.

“Tujuan kami agar para petani tidak hanya membeli UREA dan SP-36 saja, melainkan jenis lain juga diambil sehingga tidak seperti tahun sebelumnya mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak semerta-merta mengambil keputusan memilih pengajuan majemuk dari pada pengajuan tunggal. Sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi melalui kelompok tani di desa masing-masing. “Keputusan memilih majemuk sudah kami koordinasikan dengan kelompok tani terlebih dahulu,” Pungkasnya.

Untuk diketahui, peningkatan pupuk dari tahun 2020 ke 2021 di Sampang di antaranya pupuk urea dari 16.542 ton menjadi 35.433 ton. Pupuk Sp-36 dari 3.694 ton menjadi 9.007 ton dan pupuk ZA dari 2.737 ton menjadi 10.860 ton.

Kemudian pupuk NPK dari 3.770 ton menjadi 21.219 ton dan pupuk organik dari 7.266 ton menjadi 11.498 ton. Jatah pupuk tersebut dialokasikan kepada 14 kecamatan, jumlahnya tergantung e-RDKK masing-masing wilayah kecamatan. HANGGARA PRATAMA

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved