Breaking News:

Berita Surabaya

XL Axiata Donasi 1.000 Ayam Petelur di Lamongan, Ini Tujuannya

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Majlis Ta’lim karyawan (MTXL) menyalurkan bantuan program 'Kampung Bina Ternak Ayam Petelur'.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
XL Axiata
(Ki-Ka) Amir Majlis Taklim XL Axiata (MTXL), Nashrul Hendarsyah dan warga peternak penerima bantuan, Muhammad Nizar Rusdiansyah pada peresmian program 'Kampung Bina Ternak Ayam Petelur' di Dusun Jimus, Desa Pule, Modo, Lamongan, Jawa Timur. 

Berita Surabaya
Reporter: Sri Handi Lestari
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Majlis Ta’lim karyawan (MTXL) menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Jawa Timur dalam program 'Kampung Bina Ternak Ayam Petelur'.

Dalam kegiatan sosial yang bekerja sama dengan Yayasan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ini, disalurkan bantuan ayam sebanyak 1.000 ekor, lengkap beserta kandangnya untuk masyarakat Dusun Jimus, Desa Pule, Modo, Lamongan, Jawa Timur.

Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Ketua Majlis Ta’lim XL Axiata (MTXL), Nashrul Hendarsyah, di Lamongan.

Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit, mengatakan program bantuan ini merupakan salah satu solusi yang diupayakan untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

"Bantuan berupa ayam kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat Dusun Jimus ini, yang banyak di antaranya adalah peternak ayam. Karena itu kami berharap bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga menjadi berkah untuk masyarakat," kata Bambang, Jumat (12/3/2021).

Menurut Bambang, total dana yang dipakai untuk program ini lebih dari Rp180 juta, berasal dari dana zakat karyawan dan manajemen melalui Majelis Taklim XL.

Bangunan kandang yang dibangun di lahan 30x10 meter dengan ukuran luas 12x9 meter dapat menampung sekitar 1.000 ayam petelur.

Program ini nantinya akan dikelola secara bersama oleh masyarakat di dusun Jimus dengan bantuan pembinaan dalam bidang beternak ayam dan pengembangan bisnis ayam dari team Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) selama dua tahun ke depan.

Ketua RT 3 Dusun Jimus, Wajib, mengatakan bahwa warganya mengalami persoalan dalam pengembangan produk dari ternak ayam dan bebek, terlebih setelah muncul pandemi Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved