Berita Surabaya

PT Kliring Berjangka Indonesia Sebut Optimalisasi Sistem Resi Gudang Perlu Libatkan Pemda

bila Sistem Resi Gudang (SRG) dimanfaatkan oleh para petani, akan mampu menjadi pendorong bagi ekonomi masyarakat

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
PT KBI
Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Persero, Fajar Wibhiyadi. 

Berita Surabaya
Reporter: Sri Handi Lestari
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Lukman Hakim, menyebutkan bila Sistem Resi Gudang (SRG) dimanfaatkan oleh para petani, akan mampu menjadi pendorong bagi ekonomi masyarakat.

"Hal ini dikarenakan, Resi Gudang merupakan sebuah keniscayaan untuk melindungi petani dan jaminan ketersediaan pangan," kata Lukman dalam rilis yang dikirim PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Persero, Jumat (12/3/2021).

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Resi Gudang sudah beroperasi lebih dari 100 tahun.

"Jadi Resi Gudang ini bagi petani sangat penting," sambungnya.

Menurutnya, problem para petani Indonesia cenderung skala produksi kecil dan tidak mau repot.

Mereka lebih memilih menjual ke pengijon atau pedagang besar yang langsung mendatanginya.

“Untuk itu, perlu langkah strategis untuk terus mensosialisasikan Resi Gudang ini oleh semua pemangku kepentingan," lanjut Lukman.

Langkah yang bisa dilakukan adalah sosialisai dengan mengangkat kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang.

Jadi perlu mengangkat praktek-praktek Resi Gudang terbaik di beberapa tempat yang bisa diduplikasi oleh petani atau Gapoktan di daerah lain.

Berikutnya adalah kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, yang utama mengajak pemerintah kabupaten yang memang bisa langsung mempersuasi dan mengeksekusi dalam bentuk program kerja.

Terkait pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, data dari  KBI yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang menyebutkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010 – 2020), telah tercatat sebanyak 3.831 Resi Gudang, dengan volume 121,1 ton senilai Rp 956,9 miliar.

Adapun dari sisi pembiayaan, sepanjang periode tersebut tercatat pembiayaan sebesar Rp 520,2 miliar.

Khusus di tahun 2020, Resi Gudang yang telah diregistrasi di Pusat Registrasi Resi Gudang tercatat sebanyak 427 Resi Gudang, dengan total volume 9,5 Ton senilai Rp 200,7 miliar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved