Breaking News:

Female

Tetap Fit selama Masa Menstruasi ala Amazfit, berikut Jenis-jenis Olahraga yang Dianjurkan

Saat sedang menstruasi, banyak ladies yang cenderung memilih untuk berhenti berolahraga.

Foto : Amazfit
Olahraga dengan Amazfit bisa menjaga mood perempuan tetap semangat meski sedang menstruasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saat sedang menstruasi, banyak ladies yang cenderung memilih untuk berhenti berolahraga.

Padahal menurut penelitian, berolahraga saat menstruasi justru memiliki banyak manfaat, salah satunya mengatasi gejala menstruasi (PMS).

Menghadirkan Amazfit GTS 2 mini yang dilengkapi fitur Female Cycle Tracking, sebagai brand jam tangan pintar (smartwatch) yang diproduksi Huami Technology dan telah dipasarkan di lebih dari 70 negara di dunia, Amazfit mengajak para ladies di  untuk tetap aktif berolahraga selama masa menstruasi.

Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan rutin memantau tanda-tanda kesehatan seperti jadwal menstruasi, saturasi oksigen, detak jantung, kualitas tidur, dan tingkat stress, para ladies pun dapat menjalani masa menstruasi dengan lebih sehat dan bahagia.

Dokter Monica Surjanto, SpKO, Dokter Kedokteran Olahraga menjelaskan selain dapat mengatasi gejala menstruasi seperti rasa lelah, pegal, nyeri ataupun kram, berolahraga saat menstruasi dapat meningkatkan hormon endorfin sehingga membuat mood lebih menjadi lebih baik dan rileks.

"Yang perlu diperhatikan oleh para ladies adalah memilih jenis olahraga yang tepat, karena tidak semua jenis olahraga baik dilakukan saat menstruasi," kata dr Monica, Kamis (11/3/2021). 

Berikut ini jenis-jenis olahraga yang disarankan untuk dilakukan saat menstruasi. Yaitu lakukan latihan kardio dengan intensitas ringan pada saat hari-hari awal menstruasi.

Ketika volume darah sudah tidak mengalir banyak, ladies dapat meningkatkan intensitas latihan menjadi intensitas sedang sampai tinggi.

"Pilihan latihan kardio seperti berjalan kaki, bersepeda, ataupun jogging," ujar dr Monica.

Saat menstruasi, terjadi pelepasan hormon kewanitaan dan hal ini dapat menyebabkan perubahan pada struktur ligamen persendian sehingga rentan mengalami cedera, khususnya cedera robekan ACL.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved