Breaking News:

Berita Magetan

Penyebaran Covid-19 di Magetan Tetap Tinggi, Polisi Perketat Razia Pelintas Batas

Peningkatan intensitas razia itu dilakukan karena sampai sekarang tingkat penyebaran Covid-19 di Magetan masih tinggi.

surya/doni prasetyo
Petugas gabungan memberhentikan pelintas batas dari arah Wonogiri, Jawa Tengah. Razia pelintas batas dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 itu digelar di wilayah Poncol, Magetan Jatim dan Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Petugas gabungan dari polisi, TNI, Satgas Covid-19 serta tim kesehatan di Pemkab Magetan memperketat razia pelintas perbatasan sebagai upaya menghentikan laju penyebaran Covid-19, Kamis (11/3/2021).

Peningkatan intensitas razia itu dilakukan karena sampai sekarang tingkat penyebaran Covid-19 di Magetan masih tinggi.

Sejauh ini sudah hampir seluruh warga Kabupaten Magetan mendapatkan vaksinasi, tetapi angka penyebaran Covid-19 masih tinggi. Bahkan Kabupaten Magetan menempati urutan ketiga tertinggi di Jawa Timur setelah Ponorogo dan Surabaya.

Sedangkan dalam razia, Kamis (11/3/2021), petugas gabungan berjaga di perbatasan masuk Magetan yaitu dari Ponorogo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Pelintas yang berkendara harus memakai masker, membawa surat sehat keterangan sehat, serta wajib melalu rapid test anti gen.

"Warga luar Magetan yang melintas batas, kami wajibkan melakukan rapid tes anti gen kalau tidak mempunyai surat sehat. Bila hasilnya reaktif, kami minta putar balik dan melakukan perawatan di daerah asal. Namun bila warga Magetan, kita sarankan isolasi di desanya," kata Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana.

Kapolres memang ikut mengawasi razia terhadap para pelintas batas antarprovinsi dan kabupaten itu, bersama  Kasatlantas Polres Magetan, AKP J Nugroho.

Festo menegaskan, pihaknya bersama Satgas Pengangan Percepatan Covid-19 Kabupaten Magetan lebih menggencarkan razia, khususnya bagi warga pelintas batasdari luar daerah.

Karena dari evaluasi diketahui bahwa munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Magetan, dipicu mobilitas warga dari luar daerah atau pelintas batas.

Sementara Pemkab Magetan sudah memberlakukan cara memperketat kedisiplinan protokol kesehatan (prokes), salah satunya menggunakan masker di tempat-tempat umum selama 24 jam. Namun aturan bermasker selama 24 jam itu tidak efektif, karena masih ada warga menggelar hajatan dan menciptakan kerumunan. ***

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved