Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Smart Santri, Ajak ASN dan Warga Mengaji Kitab Kuning

ASN dan warga Banyuwangi yang menyimaknya secara daring melalui aplikasi zoom dan channel YouTube.

Foto Humas Pemkab Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat membuka acara Smart Santri tersebut di PP. Al-Falah, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Rabu malam (10/3/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Banyuwangi untuk mengaji kitab kuning yang selama ini menjadi korpus pembelajaran di pesantren.

Hal ini sebagai bagian dari upaya penguatan spritualitas warga Banyuwangi.

“Kami tidak ingin membuat para ASN menjadi santri semua. Tapi, paling tidak, akan mendapatkan siraman rohani sebagaimana para santri. Sehingga akan memperkuat spiritualitas kita, iman kita, yang nantinya akan memperbaiki produktivitas dalam hidup kita semua,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat membuka acara Smart Santri tersebut di PP. Al-Falah, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Rabu malam (10/3/2021).

Kegiatan Smart Santri sendiri merupakan rangkaian pengajian kitab kuning yang digelar secara hybrid.

ASN dan warga Banyuwangi yang menyimaknya secara daring melalui aplikasi zoom dan channel youtube.

Sedangkan sejumlah pejabat ikut mengaji secara langsung di lokasi kegiatan.

Hal ini tidak saja bertujuan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes), tapi juga untuk melakukan efisiensi waktu.

Baca juga: 40 Persen Alokasi Air Irigasi Pertanian untuk Kabupaten Tulungagung Hilang, Ini Sebabnya

Baca juga: Seluruh Pasien Covid-19 di Trenggale Masuk Asrama dan RS, Dinkes : Meningkatkan Kedisiplinan

Baca juga: Lirik Syair Burdah, Muhammadun Sayyidul Kawnayni Wats Tsaqalayn, Tulisan Arab dan Terjemahan

“Kami berikhitiar agar acara ini menjadi sarana untuk belajar secara efisien dan smart. Dengan cara ini kita akan belajar kitab-kitab yang diajarkan di pesantren,” terang Ipuk.

Acara smart santri sendiri akan digelar secara regular. Digelar dua kali dalam sebulan di tiap rabu malam.

Berpindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain dan melibatkan kiai-kiai di Banyuwangi yang akan mengisinya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved