Breaking News:

Liputan Khusus

News Analysis Pakar Sosiologi Unair : Banyak Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

Mengapa orang cenderung menjadi menyimpang perilakunya, ada banyak teori yang bisa menjelaskan itu.

tribun jatim/luhur pambudi
Prof Dr. Hotman Siahaan, Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair 

News Analysis
Prof Dr. Hotman Siahaan
Guru Besar Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kalau melihat secara umum, semua perilaku kriminal, secara konseptual itu pada dasarnya disebut sebagai perilaku menyimpang (deviant behaviour).

Mengapa orang cenderung menjadi menyimpang perilakunya, ada banyak teori yang bisa menjelaskan itu.

Tapi kita bukan berbicara teoritik, tapi di sini, barangkali ini adalah gejala akibat dari, katakanlah broken home, barangkali saya belum tahu persis karena mereka belum ditanyai kondisi keluarganya.

Jadi secara umum saja, perilaku menyimpang itu adalah kalau dilakukan oleh anak-anak yang masih ada dalam keluarga, itu adalah mungkin karena broken home.

Itu terjadi banyak faktor, barangkali di dalam keluarga itu mengalami disintegrasi sehingga seorang anak tidak tersosialisasi dalam kultur tentang perilaku yang lurus, perilaku yang benar, tata krama, sopan santun, sehingga dia cenderung keluar dari lingkaran itu, maka dia pergi keluar rumahnya yang dianggap tidak add home, dia ada di situ, misalnya.

Yang kedua, mungkin dia bertemu dengan peer group, teman-teman rujukannya kelompok-kelompoknya atau mungkin teman sebaya, teman bermain, barangkali juga muncul tersosialisasi di situ dari hasil pergaulan itu, yang mungkin juga tidak berada dalam koridor tertib sosial atau tata krama.

Jadi banyak faktor, kalau dia berkumpul-kumpul di jalanan dengan teman-teman sebaya, itu bisa saja terjadi perilaku-perilaku, kita tidak tahu siapa yang menginisiasi pertama, tapi mungkin kemudian mereka merancang sesuatu kalau tadi disebut sekelompok anak yang sudah merancang dan soal gradasi kriminalitasnya, kalau ini dikategorikan sebagai perilaku kriminal.

Menggunakan senjata tajam, menggunakan ini bahkan melakukan banyak tindakan-tindakan yang tidak terbayangkan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok anak.

Ya kalau konsepnya adalah broken home, ini keluarga pecah. Itu kan terjadi macam-macam, barangkali ada unsur perceraian di sana.

Halaman
1234
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved