Breaking News:

Berita Pamekasan Madura

Pemicu Unjuk Rasa di Pamekasan Madura yang Diwarnai Bakar Ban dan Lempar Telur

Puluhan anggota LSM tergabung dalam Non Government Organization (NGO) Pamekasan, unjuk rasa ke kantor Inspektorat dan Kejari Pamekasan.

Penulis: Muchsin | Editor: Parmin
surya.co.id/muchsin
Suasana unjuk rasa kasus Mobil Sigap, di depan kantor Inspektorat Pamekasan, Selasa (9/3/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Puluhan anggota LSM tergabung dalam Non Government Organization (NGO) Pamekasan, unjuk rasa ke kantor Inspektorat, di Jl Jokotole, Pamekasan dan ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pameaksan, Selasa (9/3/2021).

Unjukrasa ini diwarnai bakar ban mobil dan lempar telur.

Pemicu aksi massa tersebut adalah mendesak Inpektorat Kabupaten Pamekasan untuk mengembalikan penanganan dugaan korupsi pengadaan Mobil Sehat Siaga Tanggap Peduli (Sigap) oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kepada Kejari.

Dengan membawa bendera lambang LSM masing-masing, tiba di kantor inspektorat, mereka tidak bisa  masuk.

Melainkan tertahan di pintu pagar di pinggir jalan, yang sudah dijaga aparat Polres Pamekasan.

Namun tidak menyurutkan mereka untuk menyampaikan aspirasinya.

Saat itu, mereka mendesak  Inspektorat Pamekasan, yang menerima limpahan berkas kasus dugaan korupsi pengadaan mobil sehat Siaga Tanggap Peduli (Sigap), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Pamekasan, senilai Rp 38 miliar, dikembalikan lagi ke Kejari Pamekasan.

Alasannya, kasus korupsi mobil Sigap yang sebelumnya ditangani Kejari Pamekasan, sudah memasuki tahap penyidikan. Ketika Kejari akan melangkah pada tahap penentuan calon tersangka, kasusnya dilimpahkan ke inspektorat. Namun sejak kasus itu dilimpahkan ke inspektorat, hingga kini belum ada kejelasan.

Koordinator lapangan, Zaini Wer Wer, mengungkapkan, penanganan kasus Mobil Sigap oleh inspektorat tidak serius dan dibiarkan begitu saja. Buktinya, sejak inspektorat menerima limpahan berkas dari Kejari, hasilnya tidak ada. Ini sama saja inspektorat tidak bekerja.

Menurut Zaini Wer Wer, kewenangan inspektorat dalam kasus Mobil Sigap ini, seharunya mengawasi sejak awal pengadaan hingga penyerahan Mobil Sigap kepada kepala desa (Kades). Malah, menerima limpahan berkas dari kejari, yang dinilai penanganan inspektorat dalam kasus Mobil Sigap ini sudah terlambat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved