Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Menteri Sofyan Jalil Puji PTSL Jatim Tertinggi Se-Indonesia Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengapreasiasi kinerja BPN Jatim dan Pemprov Jatim yang getol mengucurkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat hadir di kantor BPN Jawa Timur, Selasa (9/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil mengapreasiasi kinerja BPN Jatim dan Pemprov Jatim yang getol mengucurkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Selama tahun 2020, total ada sebanyak 1.870.000 bidang tanah yang rampung dikeluarkan sertifikatnya oleh BPN Jatim. Dan ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.

"Kami datang untuk memberikan apresiasi terhadap keberhasilan BPN di Jawa Timur melaksanakan program PTSL. Walaupun tahun yang lalu Covid-19, tapi Jawa Timur bisa mencapai target 1.870.000 juta bidang tanah, sebagian besar adalah sertifikan hak milik," kata Sofyan, saat wawancara dengan media, Selasa (9/3/2021).

Sebab capaian total se Indonesia untuk PTSL ada sebanyak 6 juta lebih. Dan Jatim menyumbang 1,8 juta, sehingga itu adalah capaian dan sumbangsing terbesar dari BPN tingkat provinsi. Terlebih PTSL juga dijadikan tools pemerintah dalam mendongkrak pemulihan ekonomi di pandemi Covid-19.

Untuk itu, ia mendorong agar program sertifikasi tanah bisa terus digenjot di Jatim. Salah satunya, Kementerian ATR/BPN haru ini juga meluncurkan program bernama pendaftaran Desa Lengkap.

Yang tujuannya adalah untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah dari mulai wilayah desa. Ia mendorong agar Jatim juga bisa maksimal dalam pelaksanaan program Desa Lengkap.

Melalui pendaftaran desa lengkap ini, ia ingin seluruh tanah di setiap desa itu lengkap semuanya didaftarkan. Program ini tentunya melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, Babinsa, Kelurahan, Camat.

"Sehingga semua tanah masyarakat maupun pemerintah tanahnya semua terdaftarkan. Mudah mudahan Jatim dalam tempo tidak lama seluruh tanah desa tercatat lengkap," tegasnya.

Tidak hanya itu, di kesempatan yang sama, Kementerian ATR/BPN juga mengadakan MoU dengan pengadilan tinggi agama di Jawa Timur. Pasalnya pemerintah akan turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan tanah yang menhangkut waris.

Pasalnya sengketa waris kerap menjadi kendala penyelesaian masalah tanah oleh BPN. Sehingga dengan adanya MoU ini diharapkan bisa membantu sehingga pengurusan sertifikat tanah bisa dipercepat.

"Apalagi jika warisnya bertingkat sering ada masalah. Kalau masalah waris tidak selesai di pengadilan agama, kita tidak bisa sertifikatkan. Sehingga tanahnya sengketa. Maka dengan MoU ini, tanah yang urusan waris terutama muslim jika ada yang bermasalah bisa kita komunikasikan," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim sepenuhnya mendukung dan akan mengupayakan terbaik untuk percepatan program PTSL dan juga terkait waris.

"Kami tentu berterima kasih pada pak Menteri yang terus mendukung PTSL. Dan Desa Lengkap ini memang dibutuhkan, karena kadang-kadang aset itu susut jika tidak didaftarkan. Misalnya saja sungai, besoknya susut berapa, lalu ada warung. Maka program Desa Lengkap ini penting dilakukan di desa, termasuk aset daerah, aset pemprov. Kita ingin maksimalkan supaya tersertifikasi, agar tidak sampai hilang," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved