Breaking News:

Berita Lumajang

KPK Periksa 6 Saksi Dugaan Kasus Korupsi di Pabrik Gula Jatiroto PTPN XI Lumajang

KPK melakukan penyelidikan aliran uang dan kepemilikan aset dalam kasus dugaan korupsi di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI, Lumajang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
kompas.com
Ilustrasi logo KPK 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyelidikan aliran uang dan kepemilikan aset dalam kasus dugaan korupsi di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara (PT PN) XI, Lumajang.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya hari Selasa (9/3/2021) ini, tengah kembali melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.

Pemeriksaan itu dilakukan di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda No 38, Sidoarjo.

"Ada 6 orang berstatus saksi yang kami periksa," kata Ali Fikri, dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021).

Nama-nama saksi itu yakni, Aris Toharisman EVP PTPN Holding, Indah Electrin Hutagaol Commercial Head Division DF & PD PT Siemens Indonesia Tahun 2014 - 2019, Imam Subekan Sales Honda Citra Cakra.

Sementara tiga saksi lain ialah Merry Novianty Manager Marketing dari PT Cipta Teknik Abadi periode tahun 2002-sekarang, Sugeng Juantoro Wiji Utomo Driver PTPN XI,dan terakhir Pudji Rahayuningtyas karyawan swasta.

Diberitakan sebelumnya, KPK tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara XI.

Dugaan korupsi tersebut yakni terkait pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode 2015 - 2016.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan seorang petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini yakni seorang Direksi PTPN XI berinisial BAP dan seorang Direktur PT WDM berinisial AH. Adapun kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 19 miliar.

Ali menyatakan, pihaknya sebagai lembaga anti rasuah akan selalu mengabarkan setiap perkembangan kasus sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.

Dirinya pun berharap masyarakat ikut mengawal penanganan kasus ini.

"KPK akan terus menyampaikan perkembangan informasi terkait penanganan perkara ini dan kami juga mengajak masyarakat ikut pula mengawasi setiap prosesnya," pungkas Ali.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved