Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Kawal Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Syaikhona Kholil

Pemprov Jatim bersama DPD Partai Golkar Jatim dan juga Pemkab Bangkalan tengah berjuang mengusulkan KH Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri seminar dan webinar nasional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional kepada KH Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Selasa (9/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama DPD Partai Golkar Jawa Timur dan juga Pemkab Bangkalan tengah berjuang mengusulkan KH Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional.

Selasa (9/3/2021) sore ini, digelar seminar dan webinar nasional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional kepada KH Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, di kantor DPD Partai Golkar Jatim.

Sebagaimana diketahui bahwa kiai asal Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura itu merupakan guru dari kiai-kiai besar.

Seperti KH Muhammad Hasan Sepuh yang merupakan pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, kemudian KH Hasyim Asyari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, serta KH Abdul Wahab Hasbullah yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang.

Para murid KH Syaikhona Kholil beberapa sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional. Seperti KH Hasyim Asyari yang mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 17 November 1964. Kemudian juga KH Wahab Chasbullah yang mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 6 November 2014.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengajuan gelar pahlawan nasional untuk KH Syaikhona Kholil ini sudah dilakukan pada awal bulan Februari lalu.

"Awal Februari kemarin diajukan. Kalau pahlawan nasional adalah diberikan bagi yang semasa hidupnya tidak ada cacat. Itu mengapa diberikan gelar pahlawan nasional setelah wafat," katanya mengawali.

Menurutnya, KH Syaikhona Kholil sudah sangat layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Sebab, atas restu beliau pula dikatakan Khofifah, KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang menjadi organisasi kegamaan terbesar di dunia.

Di mana NU yang mengajarkan Islam dengan nilai-nilai wasathiyah. Di mana wasathiyah adalah Islam yang moderat, tapi bukan berarti tidak memiliki prinsip dan meninggalkan ibadah.

"Di NU jarang sekali jasa-jasa perjuangan yang kemudian diusulkan mendapat gelar. Maka dengan inisiasi ini, Golkar ingin jadi satu kesatuan untuk berjuang agar KH Syaikhona Kholil dapat gelar pahlawan nasional adalah semangat yang positif sekali," tegas Khofifah.

Targetnya, gelar pahlawan nasional itu bisa diperoleh untuk KH Syaikhona Kholil pada November tahun ini, bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan.

Oleh sebab itu, Khofifah mendorong seluruh pihak yang berkepentingan untuk segera melengkapi berkas persyaratan administrasi. Karena kelengkapan data akan mempercepat proses tersebut.

"Tapi memang prosesnya berlapis. Pertama harus ada diskusi di tingkat lokal. Lalu diskusi di tingkat provinsi dan diskusi di tingkat pusat. Maka sore ini salah satu prosesnya. Kelengkapannya semoga segera tercukupi sehingga dewan gelar bisa segera merapatkan," tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved