Breaking News:

Advertorial

Senayan Apresiasi Produksi Naik, Petani dan Pengamat Tolak Impor Beras

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG).

Adv
Senayan apresiasi produksi naik, petani dan pengamat tolak impor beras. 

"Harusnya yang dilakukan adalah pemerintah dalam hal ini Perum Bulog melakukan pembelian padi secara besar-besaran. Apalagi disampaikan beberapa waktu oleh Pak Presiden bahwa kita harus mengutamakan produk dalam negeri," imbuhnya.

Penolakan keras terhadap kebijakan impor beras pun datang dari akademisi. Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Muhammad Firdaus berpendapat kebijakan impor 1 juta beras dapat mengganggu beban mental para petani dan pelaku usaha lainya yang kini tengah berjuang meningkatkan produksi dalam negeri. Kebijakan tersebut harus dipikir matang, mengingat saat ini para petani tengah menghadapi musim panen yang akan berlangsung pada beberapa bulan ke depan.

"Kebijakan impor harus didasarkan pada data yang akurat. Dan sebuah data itu tidak bisa disediakan oleh satu pihak saja. Namun harus melibatkan data lain dan mengacu pada data yang benar. Kebijakan impor itu harus mengacu pada data yang valid," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengungkapkan telah menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi beras nasional dan harga pada saat musim panen awal 2021 ini. Puncak panen raya padi berlangsung pada Maret 2021, diperkirakan seluas 1,7 juta hektare.

“Untuk mengoptimalkan produksi padi pada panen raya awal 2021 ini kita sudah siapkan upaya yang solutif. Kementan memiliki program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang bersinergi Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras,- red) atau penggilingan-penggilingan kecil untuk serap gabah dan menjaga harga di tingkap petani," jelasnya.

"Kostraling ini menjadi Bulog-Bulog kecil. Hadirnya Kostraling ini menekan kehilangan hasil, meningkatkam efisiensi dan menstabilkan harga beras dan meningkatkan kualitas beras,” sambung SYL. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved