Breaking News:

Advertorial

Senayan Apresiasi Produksi Naik, Petani dan Pengamat Tolak Impor Beras

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG).

Adv
Senayan apresiasi produksi naik, petani dan pengamat tolak impor beras. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG).

Angka tersebut meningkat sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 sebesar 54,60 juta ton GKG. Jika dikonvesi, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sekitar 21,46 ribu ton atau 0,07 persen dibandingkan 2019 sebesar 31,31 juta ton.

Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah menilai adanya kenaikan produktivitas beras ini tentu perlu diapresiasi.

Kementan bisa menjamin bahwa produktifitas tersebut bisa ditingkatkan di tengah-tengah situasi pandemi yang sudah berjalan lebih dari 8 bulan ini.

"Bahkan bukan hanya menjaga tapi juga meningkatkan produktivitas. Jadi saya kira apresiasi itu memang perlu diberikan kepada Kementan karena juga terjadi di tengah kekhawatiran dari lembaga FAO (Badan Pangan Dunia PBB) yang mengatakan Indonesia bisa terancam krisis pangan," kata saat dikontak, kemarin.

Apresiasi sesungguhnya, sambung dia, juga layak diberikan kepada para petani yang terbukti mampu menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap bisa menjadi andalan dengan tetap tumbuh positif di saat perekonomian negara lagi sulit.

"Reward harus diberikan kepada petani kita yang tentunya setimpal dengan apa yang sudah dicapai oleh para petani kita," kata Luluk, Sabtu (6/3/2021).

Lebih lanjut, Luluk mengatakan, adanya kenaikan produktifitas ini cukup menggembirakan karena terjadi di saat terjadi penurunan luas lahan sawah.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pola tanam dari para petani yang selama ini Indeks Pertanaman (IP) sekali setahun, menjadi dua kali. Dan yang biasanya IP nya dua kali menjadi tiga kali.

"Kalau berdasarkan data BPS bahwa kita punya stok lebih dari cukup maka ini tidak menjadi alasan untuk membuka importase beras. Dan kita berharap pemerintah dalam hal ini Bulog bisa melakukan penyerapan jangan sampai produksi naik, tapi tingkat penyerapan dari petani (rendah) dan harga itu jatuh," tambah dia.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved