Breaking News:

Penanganan Covid

Atlet Jawa Timur Merasa Terlindungi Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Gelombang pertama yang terdiri dari 700 orang atlet Jawa Timur, divaksinasi di Kantor Gubernur Jatim, 8-9 Maret 2021.

HUMAS KONI JAWA TIMUR
Sebanyak 700 atlet dan jajaran pelatih Jawa Timur proyeksi PON XX/2021 di Papua disuntik vaksin Covid-19 pada gelombang pertama di Kantor Gubernur Jatim, Senin (8/3/2021). 

Editor: fatkhul alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah tenaga kesehatan, pelayan publik, guru dan tenaga pendidikan serta lansia (usia di atas 60 tahun), vaksinasi mulai diberikan kepada atlet, Senin (8/3/2021).

Vaksinasi diberikan kepada 1.300 orang. Terdiri dari atlet, pelatih, staf, dan tim pendukung lainnya yang masukproyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.

Lantaran keterbatasan dosis vaksin, maka vaksinasi dilakukan dalam beberapa periode. Gelombang pertama yang terdiri dari 700 orang atlet Jawa Timur, divaksinasi di Kantor Gubernur Jatim, 8-9 Maret 2021.

Sedangkan gelombang kedua harapkan bisa dilakukan paling lambat April atau Mei nanti.

"Melalui vaksinasi ini kami berharap keselamatan dan kenyamanan atlet makin terjamin. Sehingga mereka bisa berlatih dengan tenang. Keluarga yang menunggu di rumah pun tenang. Terima kasih kepada Bu Gubernur yang memfasilitasi atlet Jatim untuk divaksinasi," ucap Satgas Covid-19 KONI Jatim, dr Wardi Azhari Siagian dalam rilisnya yang diterima Surya.co.id, Senin (8/3/2021).

Meski sudah mendapatkan vaksin, bukan berarti atlet bisa abai dan lalai. Sebab pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

"Sesuai dengan anjuran pemerintah, setelah divaksinasi pun wajib menerapkan protokol kesehatan," imbuh pria yang juga Wakil Sekretaris KONI Jatim ini.

Megawati Hangestri Pertiwi, pemain voli putri Jatim mengaku, vaksin akan membuatnya lebih terlindungi sekaligus mengurangi rasa kekhawatiran saat akan bertanding. Meski demikian, pemain tim putri Bank Jatim itu mengimbau rekan-rekannya agar tetap menaati protokol kesehatan.

"Setelah vaksinasi ini kami berharap bisa melakukan try out atau uji tanding. PON Papua sudah makin dekat. Selama ini kami hanya berlatih dengan rekan sendiri. Kami berharap bisa melawan tim luar untuk mengukur hasil latihan kami selama ini. Sebab dengan adanya pertandingan akan membuat kami makin kompak dan solid," teghas Mega.

Setelah semuanya divaksinasi, KONI Jatim berharap bisa memberangkatkan atlet penghuni Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) ke berbagai daerah atau luar negeri untuk menjalani try out atau uji coba.

Menurut Wardi, vaksinasi ini membuka peluang kepada kontingen Jatim untuk beruji coba dengan tim atau atlet luar. Ia menyadari bahwa uji tanding sangat penting untuk atlet dan tim. Apalagi bagi mereka yang berasal dari cabang olahraga permainan. Ketiadaan uji tanding justru membuat mereka kurang berkembang.

"Kami juga berharap bisa try out ke luar negeri. Kami akan mengevaluasi selama sebulan ini. Juga memantau kondisi internasional. Semua kembali ke kondisi pandemi secara global dan kebijakan dari negara yang dituju. Kalau mereka menerima kunjungan dari kami, kami pasti berangkat," pungkas Wardi.

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved