Breaking News:

Berita Lumajang

Ahli Purbakala Cek Keaslian Benda Mirip Pusaka yang Ditemukan di Pasirian Kabupaten Lumajang

Mereka menguji keaslian barang tersebut apakah benar peninggalan purbakala atau bukan.

surya.co.id/tony hermawan
Didik Nurhandoko, Kepala Desa Selok Awar-Awar saat menunjukkan puluhan benda yang diyakini pusaka. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Penemuan puluhan benda oleh tiga bocah laki-laki warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu membuat para ahli purbakala berbondong-bondong berdatangan menyaksikan barang itu.

Mereka menguji keaslian barang tersebut apakah benar peninggalan purbakala atau bukan.

Namun, banyak para ahli purbakala beranggapan barang-barang itu merupakan hasil dari replika.

Satu di antara pengamat yakni Mansur Hidayat. Dia mencurigai barang-barang itu bukan warisan leluhur.

Karena sekalipun beberapa benda bertuliskan Aksara Jawa tetapi pembuatannya seperti baru dilakukan.

“Menurut pengamatan saya, belum jelas apa itu benda purbakala,” kata Mansur, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Gowes Berdesa di Petiyyin Tunggal, Bupati Gresik Gus Yani Tanam Pohon Durian

Baca juga: Yusuf Husni Maju Jadi Calon Ketua Umum Kosgoro 1957, Bertekad Lakukan Ini

Baca juga: Jalan Tembusan Exit Tol Malang Menuju Sulfat Bakal Dikerjakan Tahun 2021

Sementara untuk meluruskan dugaan-dugaan yang beredar di masyarakat, kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai melakukan pengujian barang-barang itu.

Tenaga Teknis Arkeologi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang Aries Purwantiny membeberkan, benda purbakala biasanya memiliki ciri khas tersendiri.

Pertama, yang paling mudah dilihat adalah teknik tempanya sangat halus.

Kedua, umumnya benda pusaka terbuat dari material logam. Bukan kuningan.

"Orang zaman dulu kalau bikin pusaka tidak sembarangan. Makannya perbedaannya sangat jelas, beda dengan pembuatan barang baru," terangnya.

Menurutnya, orang zaman dahulu membuat benda pusaka tujuannya untuk meningkatkan kewibawaan pemiliknya.

Bahkan bisa jadi pemakaiannya untuk jimat atau digunakan sebagai pelindung diri.

"Tapi yang jelas kalau bahan pembuatannya dari kuningan dan tidak halus, itu memang rawan barang hasil replika,” pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved