Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

83 Dosen dan Karyawan Untag Surabaya Jalani Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi tahap pertama di lingkungan kampus ini dilakukan pada beberapa dosen dan karyawan dengan usia lanjut.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Untag Surabaya
Dosen Untag Surabaya saat menjalani vaksinasi covid-19, Sabtu (6/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi perguruan tinggi pertama di Surabaya yang menggelar vaksinasi untuk civitas akademika.

Vaksinasi tahap pertama di lingkungan kampus ini dilakukan pada beberapa dosen dan karyawan dengan usia lanjut.

Rektor Untag Surabaya, Mulyanto Nugroho mengungkapkan seluruh proses vaksinasi bertempat di Puskesmas Menur Pumpungan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

"Untag Surabaya merupakan perguruan tinggi pertama di Kota Surabaya yang mengikuti vaksinasi ini. Tanggal 11 Februari 2021, kami mendapat surat dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mengirimkan data dosen dan tenaga kependidikan karena perguruan tinggi masuk dalam pelayanan publik. Vaksin direncanakan bulan ini dan bulan depan,” katanya.

Dengan target Juli sudah siap perkuliahan luring, maka vaksinasi menjadi penting, apalagi Untag Surabaya melibatkan 14.000 sivitas akademika.

"Vaksinasi tahap pertama Untag Surabaya diikuti 83 dosen dan karyawan,"tegasnya.

Dr Dini Oktavia, penanggung Jawab Vaksinasi Puskesmas Menur Pumpungan mengatakan, program vaksinasi akan terus berlanjut bagi dosen dan karyawan lainnya.

Baca juga: Ibu Tiga Anak Curi Enam HP di Kota Malang, Ngakunya Terdesak Faktor Ekonomi

Baca juga: Viral Video Wali Kota Blitar Santoso Sedang Bernyanyi Sambil Bagi Uang Usai Pelantikan

Baca juga: Bupati Tulungagung Melepas Batu Bata Candi Mirigambar Sebagai Tanda Dimulainya Pemugaran

“Hari ini memang khusus lansia, ada 83 orang dari Untag Surabaya. Untuk yang berusia di bawah 59 akan dijadwalkan tahap selanjutnya,” urainya.

Ia menegaskan vaksinasi ini dilakukan dengan penerapan physical distancing secara ketat.

Bagi mereka yang telah divaksin juga harus tetap menjaga protokol kesehatan.

“Tidak menutup kemungkinan orang yang sudah divaksin bisa kena Covid-19, meski tidak parah. Jadi tetap menjaga,”lanjutnya.

Herlan Pratikto, dosen Untag yang menjadi salah satu penerima mengaku cukup lega karena proses vaksinasi tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.

Meskipun banyak yang vaksin, tetapi penerapan jaga jarak sangat ketat.

“Ada meja untuk riwayat penyakit jadi diperiksa dengan baik. Dan tidak sakit sama sekali. Hanya 1 kali suntik, sebentar sekali,”urainya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved