Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Putri Wapres Ma'ruf Amin Bicara KLB Demokrat: Itu KLB Malapraktik

Siti Nur Azizah, yang merupakan putri Wapres Ma'ruf Amin memilih bersikap setia kepada Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

TRIBUNNEWS.com
Siti Nur Azizah 

SURYA.co.id I TANGERANG SELATAN - Siti Nur Azizah, yang merupakan putri Wapres Ma'ruf Amin memilih bersikap setia kepada Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Siti Nur Azizah tercatat sebagi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat.

Soal KLB di Deliserdang, Siti Nur Azizah menyebut Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Jhoni Allen Marbun Cs merupakan malpraktik dan inkonstitusional.

Para anggota yang datang pun bukan pemilik suara representasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, KLB yang juga dihadiri oleh Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie itu memutuskan untuk mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat.

Azizah tegas menyatakan dukungannya kepada Ketua Umum Demokrat yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sebagai bagian dari kepengurusan partai Demokrat yang digagas oleh Presiden RI ke 6 Bapak SBY yang resmi ditetapkan oleh Menkumham. Kami tetap mendukung kepemimpinan mas AHY sebagai Ketum partai Demokrat," tegas Azizah saat dihubungi TribunJakarta.com, Jumat (5/3/2021).
Azizah menjelaskan secara rinci peraturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat tentang KLB.

"Berharap agar para penggagas dan penyelenggara KLB menggunakan nuraninya yang tentunya secara aturan politik adalah inkonstitusional," kata Azizah.

Menurutnya, KLB Sumut malapraktik dan cacat secara kelengkapan persyaratannya. "Aturannya jelas dalam AD/ART partai. Secara hukum mereka yang melaksanakan KLB bukan representasi kader partai karena sebagian sudah dipecat bahkan sudah menjadi kader di partai lain," ujarnya.

Selain perkara representasi keanggotaan partai, Azizah juga mengatakan, KLB Sumut tidak disetujui Majelis Tinggi Partai.

"Menurut saya itu malpraktik karena tidak terpenuhi syarat dan rukunnya yaitu harus disetujui 2/3 pemilik hak suara dan juga persetujuan dari Majlis Tinggi Partai," katanya.

Editor: Suyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved