Breaking News:

Ditangkap KPK, Uang Disita Rp 3,5 Miliar, Gubernur Nurdin Abdullah: Itu Uang Masjid

Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur.

Kompas.com/Himawan
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah 

SURYA.co.id I JAKARTA - Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur. KPK mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk uang senilai Rp 3,5 miliar.

Soal barang bukti uang itu, Nurdin mengatakan, uang tersebut merupakan uang bantuan untuk masjid. "Itu kan uang masjid ya, uang masjid. Itu bantuan masjid, nantilah kami jelaskan," kata Nurdin dikutip dari Antara, Jumat (5/3/2021).

Nurdin menjelaskan pemanggilannya hari ini bukan untuk pemeriksaan, melainkan terkait penyitaan barang-barang yang sebelumnya ditemukan dan diamankan KPK. Ia pun kembali membantah terlibat dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Sulsel.

"Pemeriksaan nanti hari Senin, tadi menandatangani seluruh penyitaan," kata Nurdin. "Tidak ada yang benar itu. Pokoknya tunggu saja nanti di pengadilan ya kami hargai proses hukum," ucap dia.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tersangka Nurdin Abdullah dan kawan-kawan.

Para tersangka, kata Ali, diperiksa dalam kapasitas saling menjadi saksi. Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Nurdin Abdullah dan dua tersangka lain yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Edy Rahmat dan kontraktor atau Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp 2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung. Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta.

Kemudian, Februari 202, Nurdin melalui ajudan-nya bernama Samsul Bahri diduga menerima uang Rp 1 miliar dan Rp 2,2 miliar.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK juga telah menemukan uang dengan total sekitar Rp 3,5 miliar dengan rincian Rp 1,4 miliar, 10.000 dollar AS, dan 190.000 dollar Singapura.

Penemuan uang tersebut setelah tim penyidik KPK menggeledah empat lokasi di Sulsel pada Senin (1/3/2021) sampai Selasa (2/3/2021). Empat lokasi tersebut yakni rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah dinas Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel, Kantor Dinas PUTR, dan rumah pribadi tersangka Nurdin Abdullah.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved