Breaking News:

Tips Atasi Sakit Leher, Mengenal Penyebab Sakit Leher dan Cara Mengatasinya

Rasa tidak nyaman dan sakit leher umumnya ditandai dengan rasa nyeri saat digunakan untuk menggerakkan kepala.

surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
ILUSTRASI - Salah satu gerakan yoga dengan memanfaatkan tabung untuk mengurangi kaku pada otot dan engsel tubuh. 

SURYA.co.id I Rasa tidak nyaman dan sakit leher umumnya ditandai dengan rasa nyeri saat digunakan untuk menggerakkan kepala.

Terkadang, sakit leher juga disertai gejala sakit kepala, kejang otot, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab Sakit Leher

Melansir Mayo Clinic, terdapat beberapa penyebab sakit leher yang umum, antara lain:

Otot leher tegang
Terlalu banyak menatap layar komputer atau gawai, salah bantal atau posisi tidur, membawa beban terlalu berat, atau postur duduk yang buruk bisa menyebabkan otot leher tegang dan sakit.

Gangguan sendi
Masalah pada sendi seperti radang sendi atau sendi aus juga bisa jadi alasan kenapa leher terasa sakit. Sendi aus bisa disebabkan faktor pertambahan usia. Sedangkan radang sendi disebabkan tumbukan bantalan antartulang.

Masalah saraf seperti saraf terjepit atau tekanan pada saraf tulang belakang juga bisa menyebabkan sakit leher.

Cedera Tekanan pada bagian sekitar kepala sampai belakang tubuh akibat cedera juga bisa menyebabkan sakit leher.
Penyakit tertentu Penyebab sakit leher yang kurang umum bisa berasal dari penyakit seperti rheumatoid arthritis, meningitis, atau kanker.

Cara mengatasi sakit leher

Melansir WebMD, sakit leher umumnya bisa diatasi dengan dengan obat pereda rasa sakit seperti asetaminofen, aspirin, atau ibuprofen.

Selain itu, coba cara menghilangkan sakit leher secara alami dengan kompres es di leher atau gunakan bantal pemanas.
Apabila kedua perawatan di atas tidak mempan, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan obat sakit leher, fisioterapi, menggunakan traksi, suntik kortison, atau operasi.

Setiap penderita sakit leher perlu berkonsultasi ke dokter apabila rasanya nyeri tak tertahankan, disertai mati rasa, menyebar ke lengan atau tungkai, dan memicu lemas.

Penderita sakit leher karena kecelakaan atau cedera juga perlu berkonsultasi ke dokter untuk mengantisipasi komplikasi serius.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved